• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Semua Pihak diminta Responsif Hadapi Karhutla

Pulang Pisau, KP – Pjs Bupati Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Hatta mengintruksikan kepada semua pihak agar responsif menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2018.

Hal itu disampaikan M. Hatta pada saat memimpin Apel Siaga Bencana Karhutla 2018, Senin (14/5) kemarin di Halaman Station HM Sanusi, Pulang Pisau.

Hatta mengatakan bahwa Apel Siaga Bencana Karhutla merupakan suatu forum bersama pemerintah, non pemerintah masyarakat dan lembaga usaha until mempersiapkan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana/kedaruratan, termasuk kesiapan masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

“Apel ini juga untuk mengumpulkan kapasitas daerah berupa data/informasi, sarana dan prasarana serta logistik dark berbagai unsur baik lembaga pemerintah dan non pemerintah,’’ ujar Hatta.

Menurutnya, apel ini juga mengidentifikasi mekanisme koordinasi penanganan bencana di lapangan dalam rangka kesiapsiagaan dan guna menguji kemampuan dan keterampilan dalam memobilisasi sumber daya, pengoperasian sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

Pelaksanaan apel siaga bencana tahun 2018 adalah bentuk mensinergikan dan mensosialisasikan pelaksanaan hari kesiapan bencana tanggal 26 April 2018, karena tanggal tersebut adalah hari lahirnya undang-undang nomor 24 tahun 2007 yang merupakan perangkat hukum pertama yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif (pengelolaan risiko bencana) yang mana pada tahun ini tepat berusia 11 tahun, terang Hatta.

Dari itu, tambah Hatta Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mengajak seluruh SOPD, lembaga, dunia usaha dan lembaga swadaya masyarakat secara bersama turut berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana maka akan terbangun kapasitas dan kabalitas semua pihak terkait kesiapsiagaan bencana.

Apel siaga bencana ini, kata Hatta juga merupakan upaya dalam memperkuat kapasitas kesiapsiagaan masyarakat karena sebagaimana kita ketahui, agar masyarakat mengenal ancaman resiko dilingkungan. Pihak terkait juga mampu mengelola informasi peringatan bencana secara dini serta mengurangi dampak bencana yang menimbulkan korban dan kerugian.

“Saya minta perhatian kepada BPBD, seluruh SOPD, TNI/Polri dan lembaga dunia usaha, organisasi sosial serta lembaga swadaya masyarakat. Untuk para camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat Kabupaten Pulang Pisau agar cepat tanggap (responsif) dalam hal bencana karhutla ini,’’ tegasnya.

Ia berharap, semoga tahun ini karhutla tidak terjadi dan misalkanpun terjadi lagi tidak separah pada karhutla pada tahun 2015 lalu. “Harapan kita ya ditahun 2018 ini karhutla berkurang,’’ pungkasnya. (sgt/K-8)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua