• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Seorang Wanita Pemilik 17.900 Butir Ekstasi

JARINGAN – Dua kurir, Khair alias Anang dan Kaiyus alias Iyus, yang merupakan jaringan pil ekstasi disita petugas Bea dan Cukai Banjarmasin. Setelah mengambil paket kiriman yang dibawa melalui Surabaya. (KP/Opi)
JARINGAN – Dua kurir, Khair alias Anang dan Kaiyus alias Iyus, yang merupakan jaringan pil ekstasi disita petugas Bea dan Cukai Banjarmasin. Setelah mengambil paket kiriman yang dibawa melalui Surabaya. (KP/Opi)

BANJARMASIN, KP – Terungkap, kalau pemilik 17.900 butir ekstasi yang disita petugas gabungan dengan Bea dan Cukai Banjarmasin, Jum’at lalu (4/11), sekitar pukul 11.45 WITA, pemiliknya seorang wanita yang diinisialkan Y serta ada rekannya berinisial W.

Dalam kasus itu, petugas gabungan `Interdiction Team’, yang mengungkap jaringan narkoba yang akan siap diedarkan ke Kalimantan Selatan, juga menangkap dua kurir yang pengambil pil itu yakni  Khair alias Anang dan Kaiyus alias Iyus.

Keduanya diamankan saat berada di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kedua kurir itu mengambil 179 paketan dari salah satu ekspedisi berisikan 17.900 butir ekstasi warna coklat ber `W’ dengan beat 5.519 gram per-butir dan empat buah [{Handphone}] [Hp] serta enam lembar tanda terima atau kwitansi.

Diketahui, Team Interdiksi yang dalam pengungkapan didukung dari Badan Narkotika Nasional, diantaranya untuk di derah ini dari BNN Provinsi Kalsel, Polda, Polresta Banjarmasin, Kejaksaan Tinggi, Lanal Banjarmasin, Kabtor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Banjarmasin, maupun Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur, Korem 101 Antasari serta Pelindo 3 Banjarmasin.

Dari keternagan, pil itu masuk Banjarmasin, melalui jasa ekspedisi yang dibawa kapal laut Kapla MV NIIKII SAE, yang bersandar di Dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Dimana anggota gabungan sudah mendapatkan informasi masuknya narkotika ini.

Selanjutnya, melakukan penyilidikan selama empat hari berturut-turut, dan akhirnya dua orang mencurigakan seperti ciri-ciri yang akan mengambil  tersebut ditangkap.

Setelah mengambil paket kiriman yang dibawa melalui Surabaya, kedua kurir dilakukan penggeledahan, Ternyata ekstasi disembunyikan pada dua kardus berisikan delapan lampu led.

Dari keterangan Kepala Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Banjarmasin, Hannan Budi Harto, pada gelar kasusnya, selama ini pihaknya sudah empat kali mengungkap kasus obat-obatan yang masuk Banjarmasin.

Modusnya lain-lain, dan terakhir ditaruh di sayuran.
“Ini adalah modus baru dengan cara memasuk ke dalam dua kardus lampu Led, dan kasusnya masih di dilakukan pengambangan,’’ ujarnya.
Sedangkan keterangan Kepala BNNP Kalsel, Kombes Polisi Arnowo SH Msi, sebelumnya BNNP Kalsel, pernah ungkap 5000 butir dibulan Januari, dan anggota Direktorat Polda Kalsel, pernah pula mengungkap sebanyak 22.000 melalui laut.

“Dalam aksinya, para pelaku memanfaatkan waktu orang lagi sholat Jumat.

Keduanya, sudah lama menjadi Target Operasi (TO) dikarenakan sering mengambil barang haram, dan pemilik barang seorang wanita.

Terungkapnya ini, terselamatkan sekitar 35.800 pencandu,’’ ujarnya lagi. (fik/K-4)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua