• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Setelah 6 Tahun Diicar, Bandar Shabu Diringkus

10-3-klm-3-cm-tsk

Pangkalan Bun, KP – Seorang bandar shabu yang sudah enam tahun jadi incaran polisi diringkus oleh anggota Satuan Buser Polsek Kumai.

Warga Jalan Pasir Panjang, Komplek BTN Graha Asih, Pangkalan Bun, tersebut turun tangan langsung mengantarkan dagangan haram miliknya ke salah satu pelanggan di sekitar Desa Pangkalan 1 (SP1), Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Selama ini ia jarang terlibat langsung bertransaksi dengan calon pembeli. Pengedar yang biasa dipanggil Alfin itu lebih sering menggunakan jasa kurir atau perantara dalam menjalankan bisnis shabu.

Ia ditangkap oleh satuan Buser Polsek Kumai, sekitar pukul 18.30 WIB, di Jalan Sungai Kakap, Desa SP1, Kecamatan Kumai, dengan mengendarai mobil Suzuki Splash merah H 8659 BF.

Kapolsek Kumai AKP Hendry menerangkan, saat itu pihaknya mendapat informasi dari masyarakat akan terjadi transaksi narkotika di Desa SP1 dengan menggunakan mobil.

Ia memerintahkan kepada Satuan Buser pun langsung meluncur ke lokasi. Sampai di lokasi, pihak Buser Polsek Kumai melihat sebuah mobil dengan ciri-ciri yang diinfokan warga.

Saat ingin diberhentikan, seorang penumpang yang duduk di bangku depan sebelah kiri membuang sebuah bungkusan rokok.

Saat diperiksa isi bungkusan tersebut terdapat bongkahan kristal yang diduga shabu dengan berat 4,55 gram.

Para polisi pun melakukan memeriksa lanjut kepada para penumpang yang berjumlah tiga orang yakni, Zumahrif alias Alfin, Rusman Bariatmojo, 32, selaku sopir, dan Ayu Lestari, 22.

Namun polisi tidak menemukan barang yang serupa di badan atau pakaian mereka.

Selanjutnya aparat menggeledah mobil yang mereka kendarai dan menemukan dua paket shabu masing-masing seberat 0,59 dan 0,32 gram.

Kepada penyidik, pelaku mengaku membeli shabu dari Alfian di Sampit dengan harga Rp6 juta. Dan akan dijual kembali dengan harga Rp7 juta.

Sementara itu pihak aparat tidak menemukan cukup bukti untuk menjerat Rusman dan Ayu.

Meski demikian, mereka berdua akan diserahkan ke pihak BNK Kobar untuk direhabilitasi karena hasil tes urien menunjukkan positif mengandung narkotik. (net/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua