• Hari ini : Selasa, 16 Oktober 2018

Setelah Dikerokin, Gantung Diri di Pohon Sawit

10-- 2 klm kakek

Nanga Bulik, KP – Sejumah warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau dibuat geger dengan penemuan mayat tergantung pada pelepah pohon sawit di sekitar perkampungan, Rabu (31/8), sekitar pukul 08.30 WIB.

Mayat tersebut diketahui bernama Alif (63), warga Desa Wonorejo, RT 06, RW 02, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau.

Mayat kakek Alif ditemukan tergantung dengan sehelai sarung melilit di lehernya dan tergantung di salah satu pelepah pohon sawit, di perkebunan milik Badriyah oleh seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan warga sekitar bernama Nini Suwarni.

Saat dimintai keterangan, Nini Sarwini mengaku bahwa pertama kali ia menemukan mayat Alif dengan posisi tergantung ketika ia akan mencari daun singkong untuk lalapan.

“Saat itu saya benar-benar kaget melihat mayat yang tergantung. Ahirnya saya langsung minta tolong sama warga sekitar.

Tak lama kemudian langsung warga berdatangan, beberapa orang lainnya langsung menghubungi aparat desa dan polisi,’’ sebutnya.

Saat dimintai keterangan oleh polisi yang tidak berapa lama langsung datang ke TKP, Nini Sarwini, juga mengatakan bahwa tak kurang dari dua jam sebelum menemukan mayat kakek Afif tergantung, Nini mengaku bahwa ia sempat melihat korban.

Bahkan saksi lainpun mengatakan bahwa sebelumnya korban mengeluh sakit badan dan minta dikerok ke seorang tetangganya bernama Zaenal, dan sempat dikerokin.

Dari keterangan masyarakat, sejak kurang lebih tiga tahun silam, kakek Alif tinggal sebatang kara di daerah tersebut. Sedangkan letak TKP penemuan mayat dan tempat tinggal korban berjarak kurang lebih 100 meter.

Disebut-sebut, selama tiga tahun berada di desa tersebut, kakek Alif berprofesi sebagai serabutan dan lebih sering ikut bertani dengan masyarakat desa setempat.

Kapolres Lamandau,AKBP Johanes Pangihutan Siboro melalui Kasat Reskrim, AKP Goy Sutanto yang datang langsung ke TKP menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal akibat kehilangan oksigen akibat gantung diri.

Untuk selanjutnya, mayat Kakek Alif dibawa ke RSUD Lamandau untuk divisum.

Keterangan lain, kakek Alif, diduga bunuh diri karena tak tahan dengan penyakit hepatitis dan koleksitis akut yang diidapnya sejak lama.

Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya jejak rekam medik yang dikeluarkan Rumah Sakit Medika Husada Pangkalan Bun tentang penyakitnya tersebut yang ditemukan penyidik Satreskrim Polres Lamandau di tempat tinggalnya beberapa saat usai penemuan mayat.

Selain itu diperkuat pula dari sejumlah keterangan warga setempat yang mengetahui bahwa korban sering mengeluhkan rasa sakit yang diidapnya. (net/K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua