Setiap Bulan Dikeluarkan Surat Ijin Berlayar 1.300

ditulis pada 8 Agustus 2017

PELAYARAN TERPADAT – Kawasan Pelabuhan Banjarmasin dan sekitar termasuk terpadat dalam sebelum saja KSOP Kelas I Banjarmasin mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) hingga mencapai 1300 setiap bulannya baik armada tagbout, kontainer, kapal roro dan lainnya. (KP/Hifni)

Banjarmasin, KP – Pelabuhan Banjarmasin termasuk arus paling padat keluar masuk armada kapal dari data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin setiap bulannya mengeluarkan surat ijin berlayar sekitar 1300 lebih.

Hal ini diungkapkan Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Capt M Takwim Masuku kepada wartawan dikantornya kemaren pagi, aktifitas keluar masuk armada kapal cukup padat dari surat ijin berlayar tagbout batubara, kapal kontainer, kapal roro dengan rute berlayar Banjarmasin tujuan Jakarta dan ke Surabaya dan sebaliknya.

“ Kami dalam menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sangat selektif dan ketat dimana semua perusahaan pelayaran harus memenuhi semua syarat yang sudah ditetapkan karena ini menyangkut keselamatan dan aturan pelayaran International,” jelasnya.

Takwim menjelaskan, setiap kapal yang akan berlayar meninggalkan perairan Kalsel sebelumnya harus dilengkapi dengan SPB dan SPB ini yang boleh mengeluarkan hanya KSOP Kelas I Banjarmasin, semua kapal yang merapat di Pelabuhan Trisakti dan yang akan meninggalkan perairan Kalsel harus dan wajib melapor ke KSOP kelas I Banjarmasin.

Sebelum mengeluarkan SPB pihak KSOP Kelas I Banjarmasin terlebih dulu melakukan kontrol dilapangan terkait kapal yang akan berangkat terkait ABKnya hingga kelayakan kapal layak berlayar atau tidak dimana SPB ini hanya berlaku hanya selama 1 X 24 jam saja kemudian agen kapal melakukan pengurusan SPB kembali dengan syarat-syarat yang sudah ditetapkan.

“ Bila ada satu syarat tidak dipenuhi maka SPBnya tidak akan saya keluarkan dan teken,” tegasnya.

“Seperti beberapa waktu yang lalu saya tidak mengeluarkan SPB untuk armada tongkang ekspor sektor pertambangan dengan tujuan kenegara Filipina perairan Tawi-Tawi karena alasan keamanan dimana sebelumnya ada armada tongkang yang sempat dibajak yakni TB Henry,, terangnya.

Lebih lanjut Takwim menjelaskan, dalam pengurusan SPB pihaknya juga memberikan kemudahan proses administrasi sudah sangat dipermudah tidak perlu harus membawa uang cash lagi cukup dibayar lewat ATM.

Ini menghindari pengutan-pungutan yang diluar ketentuan sehingga pihak pelayaran atau agen bisa membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai yang sudah ditetapkan peraturan.

“ Alhamdulillah PNBP di KSOP Kelas I Banjarmasin tahun 2016 saja bisa over target hingga mencapai Rp188 miliar dari target Rp177 miliar lebih sedangkan tahun 2017 ini sampai bulan Juni sudah mencapai Rp104 miliar dari rencana target pusat sebesar Rp220 miliar dan pihaknya optimis bisa terlampaui kembali tahun ini,” jelas pria asal Ternate ini. (hif/K-7)

 

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.