• Hari ini : Senin, 23 April 2018

Si Anak Memaafkan Pembunuh Orang Tuanya

10-3-klm-7-cm-sidnag-bunuh

Banjarmasin, KP – Mungkin dinilai sudah takkdir dan dlaam proses persidangan, lantas si anak dengan ikhlas memamfkan pembunuh orang tuanya.

Pemamdangan memaafkan itu menjadi haru di persidangan kasus perkelahian yang menewaskan Abdurrahman alias Kacong (37) di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Rabu (7/9).

Itu setelah Syahroni (18) yang menjadi saksi sekaligus korban dalam perkelahian dengan ikhlas memaafkan Ahmad Syamsi alias Syamsi (51) yang menjadi terdakwa penusuk ayah kandungnya hingga tewas.

Permohonan maaf yang dilakukan terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya H Abdullah SH dan rekan itu sendiri difasilitasi Ketua Majelis Hakim Eddy Cahyono SH MH “Kejadian telah terjadi, hukum memang tetap jalan namun sebagai manusia tetap menjalin tali hubungan†baik Hablumminannas sesama muslim adalah bersaudara” imbau hakim.

Oleh sebab itu Eddy meminta terdakwa dengan keihklasan meminta maaf kepada Syahroni.

Sementara kepada Syahroni yang masih berusia muda itu Eddy juga menasihati agar tetap tabah dan sebagai putra tertua bisa menggantikan peran ayahnya membimbing dan menjag adik-adiknya.

Segera usai mendengar imbauan hakim, Syamsi segera berdiri dan mendatangi Syahroni, memeluk serta mengelus kepalanya.

Ada beberapa kali Syamsi mengelus kepala Syahroni seraya mengucapkan beberapa kata yang intinya meminta maaf . Karena tusukan pisaunya yang tepat mengenai jantung Abdurrahman membuat ayah Syahroni tewas ketika dirawat di rumah sakit.

Selain itu Syahroni juga sempat mengalami luka dan dirawat di rumah sakit akibat perkelahian itu sehingga dia tak sempat melihat ketika ayahnya pergi untuk selamanya.

Meski hanya berlangsung lebih kurang satu menit, tak urung adegan saling memaafkan itu membuat pengunjung sidang terharu. Minta maaf memang berat untuk dilakukan, namun jauh lebih sulit untuk memaafkan.

Namun itulah kenyataan yang terjadi antara terdakwa Syamsi dan Syahroni kemarin. Keduanya secara ikhlas saling memaafkan dan tidak ada dendam antara keduanya.

“Iya saya sudah ikhlas memaafkan” ucap Syahroni yang matanya terlihat sembab usai sidang.

Senada dikatakan Yani (25) isteri (almarhum) Abdurrahman yang juga hadir di persidangan mengaku sudah memafkan perbuatan terdakwa.

Syamsi diseret JPU Rizki SH dan Niko SH ke persidangan berawal lima bulan lalu tepatnya Selasa (12/4) sekitar pukul 01.00 WITA, Syahroni diminta ibu kandungnya menjemput ayahnya Abdurrahman pulang.

Dalam perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan lokasi Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan mereka bertemu saudari Tunggal yang menginformasikan dia melihat Mangun†yang disebutkan memiliki hutang dengan Abdurrahman.

Segera mendengar informasi itu, Abdurrahman yang dalam kondisi mabuk†bersama Syahroni dan Tunggal menuju ke Jalan Handayani XIII RT 31 Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan yang merupakan rumah dari Syamsi.

Singkat cerita mengira Mangun ada di rumah Syamsi diduga sempat terjadi pertengkaran dan terjadi perkelahian hingga menyebabkan Abdurrahman tewas ketika dalam perawatan di rumah sakit.

Sementara Syahroni yang terlebih dulu terkena tusukan mengalami luka pada pinggang dan perut. Untung nyawanya masih bisa diselamatkan setelah dilakukan operasi. (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua