• Hari ini : Selasa, 16 Oktober 2018

Soal Cicin Asmara, Penimbang Ikan Bunuh Diri

9-2-klm-65-cm-blur-upl

BANJARMASIN, KP – Sudah empat tahun berhubungan asmara dan terakhir dikabarkan bertunangan, tentunya saja membuat pemuda bernama Ady S (25), seharinya penimbang ikan di kapal nelayan, merasa bahagia.

Namun, kebahagian pemuda lulusan di salah satu Sekolah Menengah Kejuran (SMK) Banjarmasin yang tinggal di Jalan Keramat II Banjarmasin Timur, dalam seminggu kerahir mendadak berubah.
Ternyata dari keterangan diporoleh, Sabtu (17/9), karena si wanita pujaannya itu, mengembalikan cincin tanda ikatan hubungan asrama mereka berdua.

Perasaan galau dan tak tahan atas `beban cinta’ itu membuat Ady nekad bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam rumahnya, Jumat malam lalu (17/9) sekitar pukul  23.00 WITA.
Dengan kejadian, karuan membuat keluarga, tetangga dan rekan korban kaget.

Waktu ditemukan, korban tergantungn dengan tali nelon untuk ayunan di ruang tamu rumahnya.

Sementara sang kakak, seharinya pegadang ikan yang sama dengan ayahnya pada malam itu, tidur di kamar dan kaget mendengar ribut-ribut.

“Selama ini, di rumah itu hanya tinggal korban dan kakaknya Reza. Ini sejak sang ibu meningal dan ayahnya kawin lagi,’’ kata seorang tetangga korban.

Korban waktu ditemukan dalam kondisi kritis, dan atas perintah pihak kepolisian, selanjutnya anggota emergency membawa ke Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Ulin. Malang, belum sampai menghembuskan nafas terakhir.

Kasusnya itu sudah ditangani pihak Polsekta Banjarmasin Timur dengan meminta keterangan Reza serta membawa barang bukti tali yang digunakan korban.

Dari keterangan, sebelum ditemukan, rekan korban bertandang ke rumah. Ketika pintu rumah dibuka kaget melihat Ady sudah tergantung, dan ributlah, termasuk Reza, sang kakak terbangun dari tidurnya.

“Dari pengakuan kakak korban, memang adiknya dalam seminggu ini galau dan patah hati, karena cincin ikatan hubungan asmaranya dengan gadis pujaan dikembalikan, dalam artian memutus hubungan,’’ kata seorang anggota menambahkan.

Kepada polisi, sang kakak, yang seharinya pedagang ikan ini juga mengakui kalau beberapa hari sebelumnya itu adiknya melakukan hal mengkagetkan yakni menyiram tubuhnya dengan bahan bakar minyak, tapi berhasil digagalkan.

Namun, malam itu dirinya sama sekali tak tahu, karena kelelahan dan tidur. Korban oleh pihak keluarga dimakamkan, Sabtu siang, di Pematang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.
Dari hasil visum sementara kuat dugaan memang tewas akibat gantung diri dan tak ada tanda kekerasan lainnya. (K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua