• Hari ini : Rabu, 17 Oktober 2018

Sopir Jual Shabu

Sadud, tersangka shabu dan barang bukti yang diamankan. (Kp/Ist)

Banjarmasin, KP – Seorang sopir bernama M Sa’adudin alias Sadud, untuk sementara waktu akan berhenti tidak bisa menjalankan pekerjaanya seperti biasanya.

Pasalnya, pria berusia 33 tahun ini berurusan dengan petugas Satuan Res Narkoba Polresta Banjarmasin.

Hal ini dikarenakan warga Jalan Pekapuran B Laut RT 11 No 58, Kelurahan Pekapuran Laut Banjarmasin ini diduga tersandung kasus kepemilikan narkoba jenis shabu.

Kasat Res Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Herry Purwanto mengatakan, terungkapnya bisnis sampingan sopir ini atas laporan masyarakat, yang kemudian dilakukan penyelidikan lapangan.

Setelah memiliki cukup bukti dan mengantongi identitas yang bersangkutan, petugas kemudian bergerak. Hingga akhirnya Sadud ditangkap petugas ketika berada tak jauh dari rumahnya, Jumat (13/7) sekitar pukul 21.35 WITA.

Saat ditangkap tersangka Sadud tidak bisa berkutik dan mengelak, sebab ketika dilakukan penggeledahan ditemukan dua plastik klip berisi Narkotika jenis shabu.

Barang bukti yang disita aparat kepolisian tersebut seberat 1,25 gram.

“Iya benar, tersangka telah diamankan bersama barang bukti dua paket shabu siap edar,” ujar Kompol Herry Purwanto.

Walau begitu, ia memastikan akan melakukan pengembangan untuk mengungkap asal barang haram dari kasus tindak pidana narkoba golongan I ini.

“Saat ini tersangka menjalani pemeriksaan oleh penyidik terkait barang bukti yang disita darinya,” jelas Herry kepada awak media.

Dikatakan Kasat jika terbukti bersalah tersangka Sadud akan dikenakan pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009.

Akibat perbuatannya yang nekat tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika tersebut, maka terancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Tidak itu saja, Sadud juga diancam denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

Ia menghimbau, kepada masyarakat untuk melaporkan apabila melihat atau mencurigai adanya transaksi dan peredaran narkoba. Sebab, tanpa bantuan dan dukungan warga, pihak kepolisian akan sulit memberantas narkoba.

“Jika ada laporan dari masyarakat terkait bisnis haram ini, saya jamin anggota polisi akan bergerak cepat menindaklanjuti,” tandasnya.(yul/K-4)

Tag:,
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua