Pada pertandingan ulang babak final NBA itu, Vince Carter menyumbang 25 poin untuk Magic, yang berhasil mengatasi raihan angka tertinggi 34 poin yang sebelumnya berada ditangan Bryant.
Bryant menambah angka 18 pada kuarter keempat ketika Lakers bangkit lagi dari ketertinggalan 10 poin sebelum mengalami kekalahan ketiga berurutan. Ini merupakan pertama kali Lakers (46-18) kandas dalam tiga pertandingan berurutan sejak Januari 2008.
Orlando (44-20) membukukan kemenangan beruntun kelima dan semua pemain utama pada awal permainan melakukan raihan angka "double figures".
"Saya gembira Kobe gagal. Kam tidak melakukan lemparan bebas tetapi kami menang dan itu lah yang paling penting," kata pemain Orlando, Dwight Howard, yang mencetak 15 points dan 16 rebound, kepada wartawan.
"Mereka mengalahkan kami tahun lalu dan kami ingin menunjukkan kepada mereka bahwa kami pun dapat memenangi pertandingan melawan mereka," katanya.
Magic menguasai permainan sejak awal, membuat angka 74-64
sebelum juara bertahan NBA itu mendapat delapan poin mengawali kuarter keempat.
Ketika Los Angeles kecolongan, Bryant berpikir akan melakukan lemparan tiga angka kedua untuk menyamakan kedudukan ketika waktu tinggal 12 detik. Tetapi ia tidak mampu melakukannya dan tim tamu itu tetap diungguli satu angka.
Carter melakukan lembaran bebas ketika menambah angka bagi Magic, kemungkinan Lakers mendapat giliran untuk menentukan peluang mereka, tetapi Bryant gagal melakukan lemparan.
Permainan menjadi semakin panas ketika "forward" Orlando Matt Barnes beberapa kali terlibat perebutan bola dengan Bryant pada paruh waktu kedua. Kedua pemain itu dinyatakan membuat beberapa kesalahan.
Pau Gasol menyumbang 20 poin dan 11 rebound ketika membuat Lakers
kalah untuk ketiga kalinya.
"Setiap orang mendambakan kemenangan kami," kata pemain "forward" LA Lamar Odom.
"Sulit sekali bagi kami untuk melakukan hal yang sama (mengulang kemenangan). Kami mengerti tentang hal itu," katanya. (ant/k-9)



