NEW DELHI– Kegagalan Roger Federer menjadi juara di Wimbledon, membuat muncul pertanyaan apakah era maestro asal Swiss itu telah berakhir. Benarkah?
Ya, mantan petenis nomor satu dunia itu kembali gagal berjaya di Wimbledon 2010. Ketika itu, Federer harus mengakui keunggulan Tomas Berdych pada babak perempatfinal.
Praktis, banyak kalangan yang mulai membicarakan masa depan Federer. Nick Bollettieri mencoba membahas masalah ini. Menurut pria yang telah menjadi pelatih selama 30 tahun, Federer belum habis.
“Apakah ini akhir dari era Federer? Well, ini akan menjadi sangat menarik. Sebab, belakangan ini sekira 8-10 orang bisa mengalahkan Federer atau mereka berpikir bisa mengalahkannya,” ungkap Bollettieri.
“Sebelumnya, tidak ada yang bisa mengalahkan Federer dan ketakutan itu memberikan keuntungan buatnya. Kini, pemain lawan tidak takut lagi berhadapan dengannya,” lanjut pelatih tenis asal Amerika.
Kini, perjalanan Federer menjadi terbaik tidak mudah. Bollettieri menilai, petenis 28 tahun itu harus bermain dengan kondisi fit bila ingin meladeni permainan lawan yang lebih muda.
“Jika pergerakannya sama seperti di Wimbledon, maka dia akan mengalami kesulitan. Federer harus tetap fit. Kenapa? Sebab dia dalam posisi tidak bagus,” tuntas pria 78 tahun dikutip The times of India, Rabu (14/7/2010). (net/oz)



