Wakil Ketua KONI Kalsel Drs HM Welny menjelaskan kepada ‘KP’ kegiatan nonton bareng tersebut dilaksanakan sejak pertandingan babak 16 besar, dijadwalkan terus berlanjut sampai babak final.
Untuk menggelar nonton bareng tersebut, kata Welny, KONI harus membayar sebesar Rp6 juta pada pemegang lisensi hak siar Piala dunia di Indonesia. Namun karena menganggap penting menyediakan suguhan langsung pertandingan sepakbola dunia tersebut, maka KONI bersedia memenuhinya, paparnya.
Pada awalnya hanya dikenai biaya Rp2,5 juta pada waktu babak 16 besar, namun memasuki babak delapan besar dikenai Rp6 juta, sehingga harus menambah Rp3,5 juta.
‘’Namun dengan melihat antusias warga yang menyaksikan nonton bareng tersebut, KONI merasa tidak sia-sia mengeluarkan biaya besar tersebut,’’ jelas Welny, apalagi sebagai penyelenggara nonbar resmi, KONI juga menerima beberapa pak kupon kuis berhadiah dari pemegang lisensi di Jakarta.
Kupon tersebut harusnya dijual pada warga yang ingin menonton dengan harga Rp10 ribu, karena hadiahnya sangat besar, berupa mobil, sepeda motor dan hadiah lainnya. Tapi KONI Kalsel membagikannya secara gratis pada warga yang ikut nonton bareng, dan berharap diantara mereka ada yang mendapatkan hadiah dari undian kupon tersebut, harap Welny.. (k-9)
