• Hari ini : Senin, 20 Agustus 2018

Stok Beras dan Gula di Kalsel Berlimpah

BERLIMPAH – Stok beras dan gula di Provinsi Kalsel, berlimpah dan dipastikan cukup hingga akhir tahun 2017. Kondisi ini membuat harga komoditas pangan ini stabil di pasaran. (kp/hifni)

BANJARMASIN, KP – Ketersediaan atau stok beras dan gula yang merupakan komoditas utama bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat, sangat mencukupi bahkan bisa dikatakan berlimpah hingga akhir tahun 2017 ini.

Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Kalsel, Dedi Supriady kepada wartawan dikantornya, Senin (1/8) mengatakan, pihaknya menjamin ketersediaan stok beras dan gula pasir hingga akhir tahun 2017 nanti sangat banyak sehingga keperluan pasar tradisional bisa dipenuhi seperti beras lokal dan juga gula pasir.

“Tersedia sekitar 4500 ton lebih gula dengan harga Rp12.000,- per kilogram yang didatangkan dari Jawa Timur, sedangkan beras ada stok 7.000 ton lebih, terdiri dari semua beras lokal yang diproduksi sentra-sentra pertanian di kabupaten/kota di Kalsel,” ungkapnya.

Untuk beras tersedia dibeberapa titik gudang kami ada sekitar 7,000,000 ton dari target 14,000,000 yang akan kami serap karena berapapun beras yang dijual petani akan kami beli karena keuangan kami tidak terbatas untuk membeli beras petani.

HPP sesuai Inpres Nomor v Tahun 2015 untuk GKP harga Rp3700 per kilo, GKG harga Rp4650 per kilonya sedangkan untuk beras fremium sama varitas dihargai Rp7300,- per kilonya,” jelasnya.

Pembelian gabah dan beras dilakukan disemua kabupaten dan kota yang sedang melakukan panen seperti kawasan Anjir, Balangan hingga Pelaihari sedangkan harga beras paling mahal yakni Unus Mayang seharga Rp16500,- per liternya sedangkan beras yang paling murah Rp9500,- per liter.

“ Jangan kuatir stok beras dan gula dibanua ini sangat berlimpah dan mencukupi sehingga tidak akan ada gejolak kenaikan harga beras lokal disejumlah pasar tradisional, terbukti dalam beberapa bulan ini harga beras dan gula sangat stabil jika dibandingkan komuditi lainnya,” tegas Dedi.

Dikatakan juga, untuk pengadaan beras sudah mencapai 7.000 ton lebih dan Kalsel memang termasuk provinsi penyangga beras nasional hingga saat ini.

Disisi lain, untuk musim tanam tahun ini ada beberapa kabupaten yang mengalami keterlambatan melakukan masa tanam karena masih mengalami kebanjiran dengan curah hujan yang semakin tinggi beberapa waktu yang lalu, artinya ada keterlambatan pekan panen untuk beberapa bulan kedepan sebagai dampaknya.

“ Kita berharap beberapa bulan kedepan hari semakin panas lagi sehingga para petani lokal bisa melakukan tanam anak padi yang sudah mereka siapkan,” jelasnya panjang lebar.

Sedangkan untuk kualitas beras dalam gudang cukup bagus serta kami jamin layak konsumsi warga termasuk kualitas beras Raskin yang kami salurkan beberapa waktu yang lalu, namun jika masyarakat menemukan kualitas beras yang kurang baik berkutu atau berjamur segera laporkan kepada Bulog Kalsel.

Untuk Bulog sistem sama se Indonesia penditribusiannya dari provinsi dan dari daerah kabupaten yang swasembada padi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup Dedi S.

Sementara, pantauan wartawan dilapangan sentra penjual beras dikawasan Muara Kelayan, harga beras ganal hingga beras premium atau lokal jenis unus kualitas terbaik cendrung bertahan belum ada tanda-tanda untuk naik, termasuk pula di beberapa pasar tradisonal seperti di Pasar Lama, Pasar Kalindo, Pasar Teluk Dalam yang harga berasnya masih bertahan. (hif/K-7)

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua