Stok Sembako Aman Jelang Tutup Tahun

ditulis pada 31 Desember 2015

BANJARMASIN, KP – Dinas Pedagangan dan Perindustrian (DISPERINDAG) Kalsel mengklaim stok kebutuhan sembako di banua memasuki hari besar Natal, bulan Maulid hingga tahun baru masih dalam keadaan aman dan terkendali.

Dari pantauan wartawan dilapangan di Pasar Sentra Antasari dan Pasar Lama harga keperluan dapur dijual harganya ada kenaikan seperti harga sayuran bawang prei, koll, wortel, kentang hingga telur ayam ras dan telur bebek.

Ini karena masih bergantung dengan pasokan asal Pulau Jawa, termasuk harga cabai rawit.

Kepala Disperindag Kalsel Hj Farida Wariansi, didampingi Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Ir Hj Riaharti Zulpahani MS, kepada wartawan menjelaskan, secara garis besar jelang tutup tahun dan bulan Maulid harga sejumlah kebutuhan pokok masih relatif stabil dijual disejumlah pasar tradisional sekalipun harganya naik tidak terlalu besar.

Memang naiknya sayuran Pulau Jawa ini karena pasokan yang terganggu seperti terjadinya gelombang besar beberapa hari yang lalu namun ini bukan kebutuhan pokok masyarakat. Masih bisa memilih kesayuran lain, termasuk naiknya harga ayam ras dan telur ayam ras karena naiknya harga pakan jagung sebagai komuditi utama dan masyarakat masih bisa beralih dengan membeli ikan sungai dan laut sebagai gantinya.

Dikatakan setiap akhir tahun pasokan beberapa keperluan dapur akan terganggu seperti sayur mayur dari Pulau Jawa jika gelombang besar melanda laut Jawa seperti beberapa waktu yang lalu namun secara umum masih aman pasokannya ketika gelombang sudah mulai reda.

Disebutkan, untuk kebutuhan pokok utama banua ini seperti gula pasir yang cukup besar, pihaknya sudah jauh-jauh hari meminta kepada para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Gula Bersatu Kalsel untuk lebih banyak melakukan stok gula sebelum terjadi gelombang besar jika terjadi beberapa bulan kedepan serta beras yang harganya masih sangat stabil sehingga pihaknya tidak melakukan operasi pasar (OP) karena 2 kebutuhan pokok ini masih aman harganya.

Memang ada kenaikan harga pada cabai rawit karena mulai terganggunya pada sentra penghasil karena terjadi musim kemarau berkepanjangan sehingga panen dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan para petani, sehingga harganya bergerak naik capai Rp41.700 taji, Rp41.500 tiung per kilonya, cabai rawit merah Rp71.000,-, rawit hijau Rp25 ribu per kilo, merah keriting Rp39.000,- dan cabai merah biasa Rp42.000,-.

Hal yang sama terjadi harga sayuran kiriman Pulau Jawa masih dalam keadaan normal wortel segar dijual Rp19800,- per kilo, kentang Rp15500,-, Kol Rp14400,- harga bawang merah Rp33,000,-, bawang putih Rp24400,- serta bawang prai Rp30300,- dijual per kilonya walaupun harga ini sempat naik beberapa waktu yang lalu namun mulai stabil kembali paska gelombang besar.

Ditambahkan, untuk harga ikan sungai segar seperti ikan kembung dijual Rp33500,- per kilo, ikan mas Rp34100,-, ikan nila Rp34500,- ikan patin Rp25000,-, ikan haruan atau gabus dijual Rp67700,- serta ikan papuyu segar Rp61000,- per kilonya ada kenaikan Rp1000 sampai Rp2000,- perkilonya kenaikan ini dinilai masih terkendali.

Sedangkan ikan asin gabus dijual Rp99500,-, ikan asin telang Rp85500 perkilonya, serta ikan asin teri masih dengan harga Rp77500,-  walaupun harga ikan asin ini beberapa waktu yang lalu sempat melambung seiring dengan tingginya permintaan dari para ibu rumah tangga hingga para penjual makanan siap,” jelasnya. (hif/K-7)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.