• Hari ini : Jumat, 25 Mei 2018
  • 28 C

“Suami Saya Terberak-berak Dihajar Oknum Polisi’’

Yati, perlihatkan foto kondisi suaminya didampingi H Saiful Anwar.

BANJARMASIN, KP – Diamankannya Akhmad Norjaini alias Amat Hirang dan temannya yakni, Syaifullah alias Ipul, Hadran Efendy alias Adan dan Muhammad Arief alias Arief atas kasus penangihan uang toko di Pasar Ukung Murung, sepertinya akan panjang cerita dibalik itu.

Amat Hirang cs, pada Jumat sore lalu (28/8), sekitar pukul 16.00 WITA, diamankan pihak Polresta Banjarmasin atas dugaan pengrusakan dan pengancaman, dan itu bakal berbuntut panjang.

Pasalnya keluarga Amat Hirang cs, merasa keberatan dengan sikap oknum penegak hukum, apalagi terjadi kekerasan yang mengakibatkan Amat Hirang luka lebam dan sakit di bagian perut.

Seperti diungkapkan Yati, isteri Amat Hirang, kepada awa media, Jumat (4/8) bahwa dugaan terjadi kekerasan yang dilakukan oknum sangat berlebihan, karena suaminya tidak melakukan tindakan kriminal.

Namun oleh aparat penegak hukum Amat Hirang Cs ditangkap anggota Sat Reskrim Polresta Banjarmasin.

“Pada saat ditangkap, suami saya itu mengaku dihajar atau pukuli oleh oknum Polresta yang menangkapnya,’’ ujar Yati.

Kalau suami saya bersalah proseslah secara hukum, namun jangan sampai dipukuli yang menyebabkan suaminya luka lebam dibagian wajah, mata merah dan sakit bagian perut.

Suami saya mengaku dipukuli sampai terberak-berak, dan ketika saya bezuk juga masih buang air besar, dan wajah lebam serta matanya merah akibat dipukuli oleh dua oknum yang berinisial O dan I,’’ ungkap Yati.

Setelah kejadian ia sempat melapor ke Propam Polda Kalsel, namun disuruh lagi ke Propam Polresta Banjarmasin.

“Disana sifatnya juga masih Dumas (Pengaduan Masyarakat, dan ketika kami meminta agar dilakukan visum, malah ditolak oleh oknum yang menangkap suami saya,’’ jelasnya.

Hingga saat ini tidak ada tindaklanjut terkait pengaduan itu.

“Saya hanya meminta keadilan, dan berharap agar pengaduan yang saya ajukan cepat diproses, apalagi kejadiannya sudah satu pekan,’’ ungkapnya.

Kuasa Hukum
Sementara lain lagi masalahnya apa dipaparkan oleh H Saiful Anwar, selaku pemilik toko yang disewa Andre.

Menurutnya, Amat Hirang cs, adalah kuasa hukumnya bukan preman seperti yang disebutkan pihak kepolisian.

“ Amat Hirang ini adalah kuasa hukum saya, yang mau membantu saya untuk mengambil toko yang telah saya sewakan kepada Andre, karena sudah 11 tahun tidak membayar sewanya.

Kalau dihitung-hitung, yah ada sebesar Rp77 juta,’’ jelas H Ipul, panggilan akrab pria itu yang dulunya diketahui salah stau anak pejabat di Kalsel ini.

Dikatakan H Ipul, sebenarnya permasalahan hanya antara dirinya dengan Andre.

Karena Andre telah menyewa tokonya dengan perjanjian di atas materi untuk satu tahunnya sewa Rp7 juta.

Namun hingga saat ini menurutnya si Andre tidak membayar dan ketika ditagih mengatakan sudah membayar ke Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

“Sejak zaman dulu itu sudah milik keluarga saya,’’ ucapnya sembari perlihatkan surat perjanjian Andre sejak awal yang lengkap ada materainya soal sewa itu.

“Janji-janji saja bayar. Karena tidak membayar sewa itulah, kemudian toko kami ambil dan tidak ada unsur kekerasan. Ini disaksikan oleh anggota Polsekta Banjarmasin Tengah.

Namun oleh Andre malah dilaporkan ke Polresta Banjarmasin dengan tuduhan melakukan kekerasan dan pengancaman,’’ ungkap H Ipul.
Disebutnya, semua sesuai prosedur dan surat serta dokumennya juga ada.

“Jadi kita disini merasa bengung juga kalau dituding melakukan kekerasan dan pengancaman,’’ ujarnya lagi.

Pihaknya tidak akan tinggal diam, dan Jumat (4/8) siang, telah mengadukan ke Polda Kalsel atas tudingan penipuan dan penggelapan serta telah terjadi kekerasan.

“Saya sejak itu ada saja di rumah. Tapi kenapa juga dibilang malah dalam pencarian oleh polisi. Saya siap dipanggil dan dimintai keterangan asalkan dilakukan sesuai prosedur,’’ ucap H Ipul. (K-4)

 

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua