• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Tahun Depan, Pemprov Gelontorkan Rp30 M untuk Pohon

Pj Sekdaprov Abdul Haris Makkie, bersama kepala SKPD melakukan penanaman pohon. Ini menjadi bagian dari penanaman 10 ribu lebih pohon di Kalsel.
Pj Sekdaprov Abdul Haris Makkie, bersama kepala SKPD melakukan penanaman pohon. Ini menjadi bagian dari penanaman 10 ribu lebih pohon di Kalsel.

Banjarbaru, KP – Pohon merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan. Dengan keberadaan pohon, bisa menghindarkan musibah kebanjiran. Selain itu juga, pohon bisa memastikan ketersediaan oksigen untuk kehidupan.

Oleh karena begitu pentingnya, Pemprov Kalsel sampai rela menggelontorkan uang yang tidak sedikit demi ketersediaan pohon.

Pada tahun 2017 mendatang, uang yang bersumber dari APBD untuk pohon jumlahnya puluhan miliar rupiah.

“Pada tahun 2017 mendatang, kita siapkan Rp30 miliar untuk penanaman pohon di beberapa titik, kita hanya memberikan contoh kepada seluruh masyarakat agar menanam, menanam dan menanam,’’ kata Penjabat Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie, di sela kegiatan Aksi lapangan penanaman pohon di 34 provinsi dengan Tema penyelamatan hutan, tanah dan air, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Rabu (30/11) sore.

Dana tersebut dipersiapkan Pemprov sebagaimana tindak lanjut dari program saat ini. Yaitu penanaman 10.710 bibit pohon baru ditanam di Buminya Pangeran Hidayatullah.

Hanya saja, pohon yang ditanam saat ini, merupakan programnya dari pemerintah pusat melalui kerjasama 8 kementerian.

Ada beberapa jenis pohon yang ditanam secara menyebar pada tahun ini. Di antaranya adalah pohon trambesi, angsana, ekor tupai, rambutan, ketapang kencana dan mohoni. Total hingga awal Desember ini, sebanyak 4.416 pohon sudah tertanam. Sedangkan sisanya yaitu sebanyak 6.296 akan diselesaikan sampai akhir tahun depan.

“Kegiatan semacam ini perlu kita support dengan maksimal, tapi tidak hanya dari pemerintah, juga lebih diperlukan partisipasi masyarakat, kalau tidak diikuti masyarakat, maka program akan sia-sia,’’ kata Haris.

Di sisi lain, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sri Hartoyo menilai, keberadaan pohon juga berkaitan dengan permasalahan pemukiman.

Sebab, tambahnya, dengan keberadaan pohon yang mumpuni maka secara tidak langsung menciptakan pemukiman yang baik.

“Penyelamatan hutan, tanah dan air akan mempengaruhi ketersediaan air, kedua bisa kendalikan keberadaan air sehingga tidak merugikan masyarakat, juga tersedia sumber air untuk minum,’’ ujarnya. Dikhawatirkan, jika pepohonan semakin menipis menyebabkan bencana salah satunya banjir.

Kebanjiran itu, kata Sri, bisa merusak pemukiman masyarakat. Sehingga berkaitan dengan tugas serta fungsi pihaknya untuk melakukan pencegahan.

“Adanya pohon tidak banjir yang bisa merusak pemukiman, program ini mendukung untuk pemukiman, terkendali air akan memberikan dukungan terwujudnya kehidupan,’’ ujarnya.(mns/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua