• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Tak Puas di Mapolres HSU, Korban Pengeroyokan ke Propam Polda

Rahmadi (29) yang menjadi korban pengeroyokan  tak puas dengan pelayanan Sat Reskrim Polres HSU dan, Senin (10/10) mendatangi Propam Polda Kalsel.
Rahmadi (29) yang menjadi korban pengeroyokan tak puas dengan pelayanan Sat Reskrim Polres HSU dan, Senin (10/10) mendatangi Propam Polda Kalsel.

Banjarmasin, KP – Rahmadi (29) warga Desa Sungai Karias, Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU) yang menjadi korban pengeroyokan beberapa hari lalu merasa tidak puas dengan pelayanan Sat Reskrim Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Atas dasar itu, Senin (10/10) sore mendatangi Bidang Propam Polda Kalsel.

Kedatangannya ke Propam tersebut untuk mengadukan ketidak puasan terhadap pelayanan kepolisian.

“Di Polres HSU sudah bikin pengaduan akibat pengeroyokan, tapi tidak ada tindakan,’’ ujar Rahmadi.

Malahan, kata Rahmadi, saat ditanyakan perkembangannya ke petugas Reskrim oleh keluarganya diberikan jawaban bahwa pelaku melarihan diri.

“Kata polisi pelakunya lari. Tapi buktinya ada yang melihat masih berkeliaran. Makanya datang kesini,’’ ujarnya.

Rahmadi (29) menjadi korban pengeroyokan Kamis (6/10) sekitar pukul 10.00 WITA di Desa Palimbangan Gusti, Haur Gading Amuntai (HSU).

Akibat kejadian itu, Rahmadi mengalami luka di bagian muka. Pelipis kirinya sobek. Ia diduga dipukul menggunakan palu hingga terkapar di jalan.

Kejadian bermula dari proses lelang proyek pekerjaan di kawasan tersebut.

Korban yang merupakan karyawan di perusahaan pemenang lelang melakukan pengukuran terhadap pekerjaan.

Dalam pengukuran itu korban juga didampingi pegawai Dinas PU.

Namun tanpa disangka, datang segerombolan orang. Nahas, Rahmadi tidak sempat melarikan diri. Sedangkan pegawai PU sempat kabur.

Saat diserang itu terjadilah pemukulan terhadap Rahmadi. Dan menyebabkan pelipis kirinya sobek.

“Mau pengukuran proyek sama orang PU, saya tidak tau apa-apa. Mereka datang mau merusak pos, saya bermaksud melerai. Malah saya yang disekap dua orang dan satu orangnya memukul menggunakan palu,’’ akunya.

Informasi dihimpun, kasus pemukulan ini diduga berkaitan dengan pekerjaan lelang. Sebab korban pekerja di perusahaan pemenang lelang.

Dugaan sementara, para pelaku tidak terima kalah dalam lelang proyek jalan Desa Palimbangan Gusti, Haur Gading Amuntai.

Korban merupakan salah seorang karyawan dari pemenang lelang CV Bumi Kalimantan Perkasa yang mengerjakan “Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Polder Padang Gusti Desa Palimbangan Gusti Kecamatan Haur Gading”.

Kasubbid Provos Bid Propam Polda Kalsel Kompol Wendi Otniel Simanjuntak membenarkan kedatangan Rahmadi tersebut.

Hanya saja menurut Wendi laporan belum bisa diterima. Dikarenakan saksi korban belum dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Reskrim Polres.

“Yang laporkan baru bos-nya korban, namun korbannya sendiri belum diperiksa. Jadi laporan belum bisa diterima. Yang melihat pelaku berkeliaran juga keluarganya bukan korban, jadi kami sarankan selesaikan di Polres dulu. Mulai pemeriksaan korban sampai saksi-saksi. Supaya alat bukti mencukupi,” ujarnya. (mns/K-4)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua