• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Tapin Diharapkan Jadi Lumbung Bawang Kalimantan

DIALOG – Dilakukan Menteri Pertanian RI H Andi Amran Sulaiman dengan petani bawang di Desa Purut Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin. (KP/Ist)
DIALOG – Dilakukan Menteri Pertanian RI H Andi Amran Sulaiman dengan petani bawang di Desa Purut Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin. (KP/Ist)

Rantau, KP – Menteri Pertanian RI DR IR H Andi Amran Sulaiman berharap kabupaten Tapin jadi lumbung bawang merah di Pulau Kalimantan.

Harapan ini menurut Menteri sangat memungkinkan karena selama ini dalam beberapa tahun belakangan ini kabupaten Tapin sudah mampu mengembangkan tanaman bawang merah dan telah berhasil.

“Maka kedepan kabupaten Tapin akan menjadi lumbung bawang merah i pulau Kalimantan, dan tidak lagi mendatangkan dari Brebes atau pulau Jawa,” ungkap menteri Pertanian RI H Andi Amran Sulaiman di hadapan petani bawang kabupaten Tapin Kamis (15/12) kemarin saat menghadiri panen bawang dan penanaman perdana bibit padi di desa Purut kecamatan Bungur kabupaten Tapin.

Dalam kesempatan itu pula menteri petanian RI langsung berdialog dengan petani di kawasan tersebut dan yang menariknya menteri sangat memperhatiakan tanaman bawangyang dikembangkan oleh petani di daerah ini dan bahkan ia sempat menayakan langsung kepada salah seorang petani bawang apakah jajarannya atau BPPT ada mengujungi para petani.

Dan bahkan ia juga tak segan-segan minta kepada petani siapa saja yang berhadir dalam kesempatan itu yang sering menemui petani di daerah ini.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu tolong tunjukan kepada saya siapa saja yang sering datang kesini dan memberikan penyuluhan atau masukan kepada bapak-bapak,” ungkapnya tak segan menunjuk sejumlah petugas pertanian yang hadir.

Dalam kesempatan itu pula menteri pertanian tak tanggung-tanggung saat melihat keberhasilan pertanian di daerah ini langsung secara spontan memberikan berbagai bantuan fasilitas atau sarana dan prasarana pertanian.

“Bapak- bapak para petani di aerah ini butuh apa, apakah traktor atau pompa air silahkan usulkan dan saya siap memfasilitasinya, demi untuk kemajuan pertanian dan kesejahteraan para petani,” ungkapnya.

Bahkan juga menteri saat menerima laporan dari bupati Tapin bahwa pada tahun 2016 ini tanaman bawang merah telah ditanam dan dikembangkan oleh petani seluas 404 hektar, dan mendapat laporan ini menteri langsung merespon dan minta agar ditambah lagi untuk tahun depan jadi 650 hektar atau dapat tambahan 250 hektar lagi.

Sedangkan bupati Tapin Drs HM Arifin Arpan MM melaporkan bahwa Luas wilayah kabupaten Tapin 2.174,95 km2, terdiri atas 12 kecamatan, 133 desa/kelurahan, dengan jumlah penduduk 181.788 jiwa.

“Sebesar 63% penduduknya bekerja di sektor pertanian, dan Realisasi panen padi tahun 2016 sebesar 74.947 ha,Produksi sebesar 389.961 ton,Dengan produktivitas rata-rata 52,03 kwintal/hektar dengan  sasaran tanam padi  2016/2017 seluas 84.096 ha,” ungkapnya.

Dilaporkannya pula bahwa luasan tanam tersebut terbagi atas periode oktober-maret 61.998 ha.an april-september 2017 sebesar 22.098 ha.Realisasi tanam sampai dengan 13 desember 11.810 ha (19,05 persen), dari target periode oktober-maret dan komoditas jagung 2017 sasaran tanam  1.000 ha realisasi tanam 250 ha  (periode okt-maret) (25%) dan Sudah panen 277 ha (28,56) Produksi  1.388 ton (28,62%) produktivitas 50,10 kwintal/ha (100,21%)Komoditas kedelai 2017Sasaran tanam 1.000 ha Realisasi tanam 25 ha Sudah panen 571 ha (18,88 %) Produksi 501 ton (12,74 %)Provitas 8,77 kwintal/ha (67,49 %).

Pengembangan bawang merah di kabupaten Tapin sejak tahun 2015, mencapai 320 hektar. (sumber dana apbn, apbd kab. Tapin, apbd prov. Kalsel dan swadaya petani). Bantuan pemerintah berupa bibit bawang merah, pupuk dan obat-obatan pertanian. Pada tahun 2017 ditargetkan penanaman bawang merah seluas 363 hektar.

“ Harapan kami dan para petani bawang di daerah ini adalah adanya tempat pengeringan bawang merah yang memadai, mengingat tempat pengeringan yang ada belum mencukupi,” harap bupati Tapin. (ari/K-6)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua