• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Target 2017 RSUD Baru Operasional

KP/Net BANGUNAN RSUD - H Badaruddin Tanjung yang baru.
KP/Net
BANGUNAN RSUD – H Badaruddin Tanjung yang baru.

Tanjung, KP – Pembangunan RSUD baru di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, yang kini di beri nama H Badaruddin Kasim memang sempat terhenti. Kelanjutan mengutamakan bangunan yang bersifat pelayanan dan ditargetkan Desember 2016 sudah selesai, sehingga di 2017 sudah bisa dioperasionalkan.

Awal peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit ini dilakukan tahun 2010,  kemudian sempat dikerjakan hingga tahun anggaran 2014.
Dari situ sudah berdiri  gedung poliklinik dan administrasi yang dibangun tahun 2011 dan 2012 serta gedung IGD dan ICCU tahap I yang dibangun tahun 2012.

Setelah itu kelanjutan pembangunan sempat terhenti karena adanya dilakukan audit internal dan juga untuk melengkapi administrasi yang kurang, seperti IMB dan amdal.

Selain itu pada 2015 itu juga tengah dikaji bagaimana caranya agar pembangunan rumah sakit ini tidak membebebani APBD dan PAD Kabupaten Tabalong.

Akhirnya Pemkab Tabalong berhasil mendapatkan solusi dengan didapatnya kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenkes tahun 2015 sebesar Rp. 17 miliar dan di 2016 mendapatkan lagi sebesar Rp. 36 miliar.

Dari situlah kemudian kelanjutan pembangunan rumah sakit kembali bisa dilakukan dan secara resmi dilaunching, Bupati Tabalong Drs H Anang Syakhfiani M.Si.

Kelanjutan mengutamakan bangunan yang bersifat pelayanan dan ditargetkan Desember 2016 sudah selesai, sehingga di 2017 sudah bisa dioperasionalkan.

“Pengerjaan terus dilakukan, sudah ada progres,” kata PPK pengerjaan RSUD H Badaruddin Kasim, Edi Gunawan, belum lama  tadi.
Untuk bisa mengejar target Desember harus selesai, maka pekerja yang terlibat bekerja ekstra siang dan malam.

“Siang malam kerjanya, target Desember harus selesai,” ujarnya.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi kelanjutan penyelesaian IGD dan ICCU, pembangunan instalasi radiologi, instalasi laboratorium medik, instalasi farmasi,instalasi rawat inap anak, instalasi rawat inap kelas I, II dan III.

Terpisah Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong Arianto S.IP M.Si, untuk  instalasi radiologi, instalasi laboratorium medik, instalasi farmasi,instalasi rawat inap anak, instalasi rawat inap kelas I, II dan III, dibangun menggunakan DAK.

Sedangkan untuk kelanjutan pembangunan IGD dan ICCU dilakukan dengan dana bersumber dari APBD Kabupaten Tabalong tahun 2016.
Ditambahkan Arianto, semenjak dimulai kembali pembangunannya sudah memang sudah ada progres yang terlihat dibandingkan sebelumnya.

Pemkab Tabalong sendiri mengupayakan seoptimal mungkin pendanaan pembangunan rumah sakit baru agar bisa selesai sesuai yang diharapkan.
“Diupayakan seoptimal mungkin didanai sehingga bisa dioperasionalkan pada tahun 2017,” katanya.

Untuk anggaran yang diperlukan, imbuhnya, berdasarkan perhitungan dinas PU masih diperlukan kisaran dana antara Rp. 100 sampai dengan Rp. 150 miliar.

Kekurangan sebesar Rp. 150 miliar itu termasuk untuk keperluan semua prasarana dan sarana pendukung.

“Itu sudah untuk  prasarana dan sarana pendukung yang relatif lengkap,” katanya.

Terpisah Direktur RSUD H Badaruddin Tanjung, dr Taufiqurrahman Hamdie, mengatakan, semakin cepat rumah sakit baru di operasionalkan akan semakin baik.

“Soalnya rumah sakit yang ada saat ini dayang tampung sudah tidak ideal lagi,” katanya.

Untuk daya tampung rumah sakit yang ada saat ini cuma 110 tempat tidur, sedangkan idealnya untuk Tabalong harus ada sekitar 240 tempat tidur.

Kapasitas itu akan bisa terpenuhi di rumah sakit yang baru karena akan bisa menampung sekitar 264 tempat tidur.

“Kalau sudah difungsikan kita juga akan bisa menaikan tipe rumah sakit dari tipe C ke tipe B, karena salah satu syaratnya minimal harus ada 200 tempat tidur,” katanya.

Selain bisa menampung lebih banyak, luasan lahan yang mnecapai 9 hektare juga membuat rumah sakit baru bisa dikembangkan lagi.

Sedangkan untuk persoalan tenaga kerja yang akan digunakan di rumah sakit baru nanti,  sekarang ini sudah disiapkan dan tinggal berpindah tempat saja bila rumah sakit baru beroperasi.

Untuk tenaga dokter spesialis saja sekarang sudah ada tersedia sebanyak 21 orang tenaga dokter spesialis. (ros/hms)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua