• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Tarik Investor Diperlukan Daerah Kondusif

Kota Tabalong. (KP/Net)
Kota Tabalong. (KP/Net)

Tanjung, KP – Dengan banyaknya Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh sebuah daerah, jika tidak di gali apalah artinya?, khusus untuk di Kabupaten Tabalong diperlukan investor untuk berinvestasi mengeksploitasi SDA-nya,  yang tentunya juga harus didukung dengan daerah yang kondusif.

Hal itu, diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Tabalong DR H Zony Alfiannor SE Akt MM, saat ditemui KP, di ruang kerjanya belum lama tadi di Tanjung.

Menurut Zony, ada beberapa yang harus disiapkan oleh suatu daerah untuk dapat mendatangkan investor untuk berinvestasi di suatu daerah, “dari kacamata investasi ada beberapa syarat untuk investor datang kesuatu tempat atau menanamkan investasi. Pertama regulasi Peraturan Pemerintatah Daerah (Perda) harus kondusif, sederhana, kestabilan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang bagus, ini bersipat segera harus dipersiapkan sebelum investor masuk,” ujarnya.

“Kemudian adanya pasar yang menyerap hasil produksi yang akan di jual, jika semua pertanyaan itu bisa terjawab sesuai dengan ketentuan maka masuklah investor kesuatu wilayah,” sebut Wabup Tabalong yang berlatarbelakan pengusaha ini.

Terkait dengan menyikapi permasalahan yang terjadi dengan PT Conch South Kalimantan Cement, belum lama ini terjadi, Wabup Tabalong ini mengungkapkan diperlukan koordinasi antara beberapa daerah yang terkait lintasan jalan yang dilewati oleh truk pengangkut semen tersebut, “PT Conch South Kalimantan Cement  itu adalah Program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) tingkat nasional yang merupakan fokus pemerintah dalam pembangunan Indonesia. Itu antar Negara dengan Negara yang tentunya dengan berbagai kemudahan yang akan disediakan oleh Negara yang bersangkutan termasuk segala peraturan yang yang berlaku di suatu Negara itu sendiri untuk mendukung terselenggaranya kerja sama tersebut,” ujarnya.

“Terkait dengan adanya permasalahan yang terjadi selama ini, itu sebenarnya sebuah konsekuensi ketika kita berani mendatangkan investor ke Kabupaten Tabalong, kita juga harus mampu untuk memberikan fasilitas agar perusahaan yang telah menghasilkan produksinya bisa memasarkan. Sebab investor tidak mau tahu bagaimana kualitas jalan yang ada di wilayah kita, ini merupakan tanggungjawap pemerintah,”

Sebaiknya, lanjut Wabup karena jalan yang dilewati tidak hanya Kabupaten Tabalong, namun juga ada delapan kabupaten yang dilewati maka hendaknya kita adakan duduk bersama untuk melakukan pembicaraan dalam peningkatan kavasitas jalan, sehingga tidak terjadi lagi permasalahan seperti yang terjadi pada PT Conch South Kalimantan Cement ini. “Sudah banyak contoh yang telah dilakukan oleh beberapa daerah yang bisa dijadikan acuan. Tidak perlu kita saling menyalahkan,” ujarnya.

“Meski kita belum puas, keberadaan investor di daerah kita ini telah banyak memberikan kontribusi, seperti bayar pajak untuk daerah, penyerapan tenaga kerja pertumbuhan ekonomi dan lainnya, untuk itu mereka adalah asset nasional sebab tidak gampang untuk menarik orang (investor asing) ke Kabupaten Tabalong sebab beberapa daerah di Indonesia bersaing untuk mendatangkan investor ke wilayah mereka dengan berbagai kemudahan yang disediakan. Bahkan ada di suatu daerah yang penting datangkan dulu nanti perda menyesuaikan,” demikian ungkap Wabup yang termasuk untuk menyikapi  24 Kuasa Pertambangan (KP) yang saai ini sedang ‘tertidur’ atau tidak melakukan aktivitas menggali SDA yang ada di Kabupaten Tabalong. (ros/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua