• Hari ini : Senin, 20 Agustus 2018

Teluk Dalam Diunggulkan Pelopor Pencegahan KDRT Nasional

Inilah peragaan yang disampaikan warga Teluk Dalam Banjarmasin saat menyambut Tim Verifikasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) di tingkat nasional di Teluk Dalam Banjarmasin, Senin (15/8), yang didampingi Sekda Provinsi Kalsel Drs H Haris Makkie juga Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel Hj Raudhatul Jannah SKM bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjaramsin Hj Siti Fatimah dan undangan serta tokoh masyarakat se Banjarmasin Tengah.

Banjarmasin, KP – Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin masuk lima kota besar di Indonesaia pelopor Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) di tingkat nasional yang sejajar dengan Kota Bontang dan Daerah Istimewa Jakarta.

Dengan demikian Kelurahan Teluk Dalam yang letaknya di pusat kota dengan permasalahan yang kompleks tersebut banyak memiliki inovasi dan lokasi perkumpulan para keluarga maupun tempat curhat jika ada permasalahan keluarga, kata Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjaramsin Hj Siti Fatimah saat mendampingi Tim Juri di lokasi titik-titik unggulan Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin, Senin (15/8).

“Kita sangat bangga karena dari 52 kelurahan di Kota Banjarmasin, Kelurahan Teluk Dalam menjadi salah satu perwakilan lomba tingkat nasional dan ini membawa nama Provinsi Kalsel,’’ ungkapnya.

Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel Hj Raudathul Jannah SKM juga mengaku optimis Kelurahaan Teluk Dalam bisa menjadi juara pelopor KDRT Nasional. Karenanya, Provinsi Kalsel memilih kelurahan yang banyak memiliki inovasinya.

Selain itu, kelurahan ini berhasil menurunkan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga, seperti penelantaran anak, pemukulan terhadap istri hingga kasus bullying atau perundungan, kata istri Gubernur Sahbirin yang memuji Kelurahan Teluk Dalam ini.

Ketua Tim verifikasi Lomba Pencegahan KDRT Nasional, Ervina Murniati mengatakan, Kelurahan Teluk merupakan kelurahan ketiga dari lima kota yang sudah didatangi dan memiliki inovasi yang cukup baik.

Bahkan dalam penilaian dipilih tingkat kekerasan rumah tangga dan anak termasuk juga eksploitasi anak berhasil diturunkan.

Perlu juga inovasi dalam pemecahan masalah KDRT bahkan dalam hal ini kelurahan juga harus mampu membina dan mengasuh para korban KDRT.

“Makanya kita akan lihat lebih banyak inovasi yang lebih baik, memang setiap kota dan daerah beragam masalah dan tentunya masing-maisng tingkat kesulitan juga berbeda,’’ jelasnya.

Sejauh ini, baginya kasus setiap kelurahan sudah menurun. Bahkan hanya ada satu atau dua kasus. Meski demikian, hal tersebut tetap harus dipantau agar tidak ada lagi kejadian KDRT dan bullying.

“Untuk inovasi ini, Teluk Dalam juga sudah ada forum peduli anak, dan jika banyak lagi inovasi maka nilainya akan lebih tinggi,’’ ujarnya.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Teluk Dalam, Mega Ningsih, mengungkapkan, untuk penanganan KDRT dilingkungannya juga telah membentuk tim dari tingkat RT.

Selain itu ada juga pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyararakat (PATBM).

Rumah kreatif, RT 47 Benawa Bungas dan Pondok Sari dengan kegiatan tetap penyebaran informasi dan sosialisasi KDRT.

“Inovasi juga tetap ada warung curhat, tempat perkumpulan bagi ibu-ibu bisa curhat tentang masalah kekerasan rumah tangga,’’ jelasnnya.

Dalam hal ini, dari pihak RT juga bisa membantu menangani secara kekeluargaan, jika masih bermasalah akan dilanjutkan ke tingkat lebih tinggi kelurahan. (vin/K-5)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua