• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Terdakwa Kasus Narkoba Minta Dibebaskan

10-- 3 klm 4 cm jendr

Banjarmasin, KP – M Gunawan, terdakwa kasus narkoba, yang perkaranya bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, meminta untuk dibebaskan dan keberatan atas  tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 16 tahun.

M Gunawan, dibekuk aparat Polresta Banjarmasin di Jalan A Yani Km 9, Cindai Alus Kabupaten Banjar, 27 September tahun lalu.

Bahkan, terdakwa mengajukan pledoi atau perlawanan secara tertulis ke majelis hakim pada persidangan di PN Banjarmasin, Kamis (18/8).

Menurut penasehat hukum terdakwa yakni H Abdullah SH MH, tuntutan jaksa tersebut dinilai tidak cermat atau tidak mengetahui persis mengenai kepemilikan barang bukti sejumlah 362,47 gram shabu dan 16 butir ekstasi di rumah terdakwa.

Saat ditangkapnya terdakwa tahun lalu, sekitar pukul 03.00 WITA, terdakwa masih dalam keadaan tidur pulas, tiba-tiba saja ditangkap begitu saja oleh beberapa aparat kepolisian.

Memang, barang bukti sejumlah tersebut diperoleh di rumah terdakwa. Namun keberadaan barang itu bisa saja ulah jahil seseorang agar bisa menyeret terdakwa ke penjara. Karena rumah yang ditinggali terdakwa saat itu masih dalam tahap perbaikan dan semua pintu termasuk pintu kamar dimana terdakwa ditangkap juga tidak pernah dikunci.

“Siapa saja bisa masuk ke rumah itu dan bisa berbuat jahil di rumah nya saat tidur pulas.
Selain itu barang bukti yang diperoleh juga bukan dari kamar terdakwa, melainkan diluar kamar yang didapat di bawah lantai.  Hal itu jelas tidak bisa dipastikan bahwa terdakwa pemilik barang sejumlah tersebut,’’  ucapnya kepada majelis hakim yang saat itu dipimpin Hakim Nanik Handayani.

Sementara kepada awak media, H Abdullah SH MH kembali pertegaskan bahwa terdakwa tidak bersalah dan ia menilai penangkapan terdakwa itu merupakan bentuk rekayasa agar terdakwa bisa dijerat hukum.

“Kami meminta agar tuntutan jaksa yang sangat memberatkan terdakwa dengan tuntutan 16 tahun penjara itu agar diringankan dan itu harus dibebaskan, karena tidak cukup bukti,’’ jelasnya.

Sementara itu JPU Adhiyaksa Putra, masih tetap pendiriannya dengan menuntut terdakwa 16 tahun.

“Kami tetap pada pendirian menuntut terdakwa 16 tahun, karena sudah sesuai dengan prosedur yang ada,’’ tegasnya.

Atas kesepakatan bersama, Sidang perkara Narkotika ini akan dilanjutkan kembali pada pekan depan. (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua