Terkait Pembuatan Usaha, Sistem Perijinan Perlu Pembenahan

ditulis pada 28 Juli 2017

Tanjung, KP – Adanya masalah perijinan usaha penjualan yang timbul oleh salah satu pengusaha yang ada di Kabupaten Tabalong, yaitu disalah gunakan untuk menjual minuman keras (Miras) membuat beberapa system perijinan perlu dilakukan perbaikan.

Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Tabalong Drs Muhamad  Faisal M.Si, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/7) di Tanjung.

Menurut Faisal, dengan adanya penyalahgunaan perijinan yang dilakukan, kemungkinan besar karena system perijinan lemah, “tertangkapnya penjualan Miras di tempat hiburan karaoke keluarga Inul Viesta dan AKA Club bisa jadi disebabkan karena system perijinan kita lemah,” ujarnya.

“Sebelum 2015, masalah perijinan di Kabupaten Tabalong, seperti ada satu ijin, didalamnya memiliki beberapa item, contoh ijin Aston didalamnya ada ijin akomodasi, restorant, kolam renang, bilyard. Mulai tahun 2017 ini, kita tidak mau lagi semikian, setiap item usaha satu ijin,” ujar Faisal.

Dengan perjinan system per-item ini, lanjut Faisal akan memudahkan semua pihak, baik pengusaha maupun sipembuat ijin itu sendiri, “dengan perijinan per-item ini, akan membantu semua pihak, misalkan pengusaha perhotelan ternyata ada salah satu usaha di hotel tersebut bermasalah, maka yang kita permsalahkan hanya bagian yang bermasalah itu saja, tidak melibatkan manajemen yang lain. Beda dengan sekarang karena semua gabung dalam satu paket, misalkan ijin hotel, ketika tempat hiburannya bermasalah, maka seluruh managemen hotelnya pun ikut bertanggungjawab atas kesalahannya tersebut,” terangnya.

“Terkait dengan pemisahan perijinan ini, kita telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, untuk melakukan perbaikan, kedepan akan dilakukan perijinan secara satu persatu,” sebut Faisal.

Terkait penangkapan Penjualan Miras yang dilakukan di Amazing Kalimantan (AKA) Club Hotel Aston, Faisah menjelaskan bahwa pihaknya memberi ijin penjualan Minuman beralkohol dengan kelas tertentu itu di restorant Aston, bukan AKA Club.

Termasuk di ‘Inul Viesta’ “Memang ada yang datang mempertanyakan tentang ijin penjualan Miras di AKA Club, namun telah jelaskan, bahwa kita hanya memberi ijin penjualan minuman beralkohol dengan kadar tertentu di restoran Aston bukan di AKA Club,” jelasnya.

“Maka adanya temuan ini, tentu kita akan tegakkan aturan Perda, jika tidak mau mengindahkan surat teguran yang akan kita keluarkan nanti, maka sesuai peraturan, ijin usaha mereka akan kita cabut, tapi ini kerja tim nantinya, untuk memberikan surat teguran atas pelanggaran yang dilakukan dua usaha hiburan malam tersebut,” tegas Faisal, seraya menjelaskan bahwa untuk AKA Club tidak miliki ijin menjual Miras, begitu juga ‘Inul Viesta’ (sekarang berubah manajemen, red.) yang hanya mengantongi ijin untuk karaoke keluarga.

Selanjutnya, menurut Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Tabalong M Faisal, bahwa sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 dan 36, PMPTSP boleh mengeluarkan ijin, jika ada rekomendasi instansi teknis, misalkan untuk perhotelan, instansi teknisnya adalah Dinas Pariwisata Kabupaten Tabalong yang akan memberikan rekomendasi perijinan usahanya, mengenai jam tayang, yang akan memberikan rekomendasi adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong.

Dan selanjutnya secara berkala akan melaporkan kegiatan ke instansi teknis dan akan dilakukan pembinaan oleh instansi teknis bersama instansi lainnya. (ros/K-6)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.