• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Terpenting Masyarakat Tenang tidak Terprovokasi

Banjarmasin, KP – Jajaran Polda gandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk ikut berperan menenangkan atas keresahan akibat teror bom yang terjadi di Surabaya, Jatim, Selasa (15/5).

Semua pula demi memantapkan, meningkatkan toleransi kerukunan umat beragama hingga mencegah dan antisipasi terjadi aksi terorisme

Pertemuan di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel.

“Terpenting bagi masyarakat, khususnya di Kalsel, agar tetap tenang tidak terprovokasi isu-isu yang menjurus kepada perpecahan hingga merusak hubungan antar umat beragama,’’ kata Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Rachmat Mulyana dalam pertemuan itu.

Dengan adanya komitmen dari FKUB sendiri tambah kapolda, dapat membantu upaya preemtif menciptakan kondisi yang aman dan tentram di kota maupun kabupaten.

Berkaitan dengan peristiwa di Surabaya, Jatim, kapolda mengimbau masyarakat agar jangan merasa resah, dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

“Jangan terpengaruh. Kepolisian siap mengamankan,’’ tegasnya.

Sementara Ketua FKUB Kalsel, Dr H Mirhan AM, M Ag, mengimbau agar bersama-sama menjaga keutuhan antar umat agama.

Bukan malah terpecah belah akibat kasus di Surabaya itu.

“Tetap jaga toleransi dengan sikap saling menghargai dan menghormati,’’ katanya.

Pertemuan ini juga dihadiri Ketua PWNU Kalsel, HA Haris Makkie, Ketua PW Muhammadiyah Kalsel, Drs H Tajuddin Noor SH MH serta Sekjen MUI Kalsel H Fadly Mansoer.

“Jadi, pada kesempatan ini saya selaku Kapolda Kalsel mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk membuang jauh – jauh bahwa teroris itu identik dengan Agama Islam.

Karena teroris itu adalah salah satu Paham yang bertentangan dengan Agama Islam,’’ tegas kapolda.

Pada bagian lain dikatakan kapolda, FKUB, PWNU, PW Muhammadiyah dan MUI untuk menyampaikan kepada jajarannya mengambil sikap turut berduka cita baik dari anggota kepolisian maupun dari masyarakat yang tidak berdosa atas peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini.

Kemudian mengutuk apa yang terjadi itu bertentangan dengan agama/keyakinan manapun.

“Karena baik agama Islam, Nasrani, Konghucu maupun agama lainnya mengajarkan untuk saling menyayangi dan mengasihi,’’ ucapnya.

“Mari kita bersama-sama bergantengan tangan mencegah aksi Terorisme masuk ke wilayah Kalsel, karena tanpa dukungan dari semua elemen baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat,kita tidak dapat berbuat apa-apa,’’ harap kapolda. (K-2)

 

 

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua