• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Tiga Penebang Kayu Bakar Ditangkap Polisi

Sidang Penebang Kayu
Sidang Penebang Kayu

Palangka Raya – Rasa kasihan, karena tiga warga penebang kayu ditangkap Polisi di Jalan Tjilik Riwut kilometer 32 Palangkaraya.

Menurut keterangan terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palangkaraya Jalan Ponegoro, di hadapan Ketua Majelis Hakim Kaswanto didampingi dua hakim anggota Andi Hendrawan dan Agus Maksum mengatakan kayu yang ditebang digunakan untuk kayu bakar untuk kebutuhan pribadi.
Dalam persidangan, keduanya didampingi penasihat hukum, Talitha dan Benny Pakpahan.

Ketiga orang terdakwa penebangan kayu tersebut atas nama Tuarman alias Bapak Yanti (50), Suwono alias Bapak Anggi , Sukatman alias Su.

Dalam persidangan tersebut menghadirkan satu orang saksi dari kepolisian.

Saksi mengatakan, penangkapan dilakukan bersama tim Kapolsek Bukit Batu di Jalan Tjilik Riwut.

Hakim Ketua bertanya bentuk kayu itu?. Dijawab saksi salah satu kayu berbentuk lok dan ada yang papan.

Saat itu mereka memotong kayu di daerah Kantoni yang merupakan kawasan hutan.

Pada saat penangkapan mereka melakukan kegiatan penebangan.

“Saya melakukan cek ke TKP didaerah itu tumpukan kayu,’’ kata saksi mata dalam persidangan.

Saksi mengatakan saat di kroscek ke BKSDA benar hutan tersebut masuk kawasan hutan.

“Kita lakukan patroli kedengaran dari pinggir jalan raya ada suara bunyi mesin potong kayu. Kayu tersebut ada yang sudah berdiri dan ada yang sudah rebah,’’ ujarnya.

Ketiganya melakukan penebangan kayu di tempat berbeda.

Sementara itu, usai persidangan penasihat hukum ketiga orang terdakwa mengatakan dalam foto sebelumnya yang memang ada juga diperlihatkan kepada hakim membuktikan kayu yang ditebang di kawasan hutan merupakan sisa kebakaran lahan yang terbakar.

“Barang bukti yang di dapat hanya 6 potong kayu, barang bukti yang ada bekas dari sisa kebakaran hutan dan juga tiga chainsaw atau mesin pemotong kayu. Bohong bahwa pemotongan kayu tersebut dalam posisi masih berdiri keterangan saksi dalam persidangan tidak masuk akal,’’ ucap Benny Pakpahan. (nty/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua