• Hari ini : Jumat, 22 Juni 2018

Tim Ahli Survey Lahan Basah di HST

TIM AHLI – Saat melakukan Survey Lahan Basah di HST. (KP/Ary)
TIM AHLI – Saat melakukan Survey Lahan Basah di HST. (KP/Ary)

Barabai, KP – Kabupaten HST memiliki banyak potensi untuk menjadi lumbung pangan di Kalimantan Selatan, potensi 20000 hektar lahan basah yang masih  belum dimaksimalkan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten HST dengan menggaet Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin untuk mencari solusi peningkatan potensi tersebut demi terwujudnya ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan berbasis pertanian.

Untuk itu tim ULM yang diketuai Direktur Pasca Sarjana ULM Prof. H Udiansyah bersama Ahli Tata Kelola Lahan Gambut Universitas Sriwijaya Palembang Prof. Dr. Rubiyanto didampingi Wakil Bupati HST H A Chairansyah bersama SKPD terkait melakukan survey potensi lahan basah di empat desa yang ada di kecamatan Labuan Amas Utara. Jumat (14/10).

Adapun empat desa tersebut adalah Binjai Pirua, Sungai Buluh, Rantau Bujur dan Mantaas yang dalam lima tahun terakhir ini produktivitas pertaniannya menurun karena air yang berlimpah di lahan pertanian yang notabene adalah lahan gambut.

Prof H Udiansyah menuturkan kebijakan pencabutan izin sawit oleh Bupati HST H Abdul Latif dan Wakil Bupati HST H A Chairansyah membangkitkan ketertarikan ULM ini tentu menjadikan kawasan lahan  basah tersebut untuk dapat digali lebih dalam potensinya tanpa merusak lingkungan.

“ Melihat kondisi dilapangan memang tidak salah kalo Bupati HST dan Wabup HST ingin memaksimalkan pertanian sebagai unggulan, di HST meski lahan banyak tapi produktifitas masih rendah dan tentu potensi ini bisa ditingkatkan menjadi dua kali lipat bahkan tiga kali lipat,” ujarnya.

Adapun Prof Dr. Rubiyanto lahan basah  HST yang merupakan lahan lebak memerlukan tata kelola air, diperlukan perencanaan untuk mengetahui jenis tanah,  pola aliran air, serta inventarisasi berapa warga dan lahan yang sudah ditanam dan belum ditanam.

“Di HST lahan lebaknya tergolong dalam kategori 3000 hektar keatas, sehingga pengembangan kawasan ini tidak hanya tanggung jawab pemkab atau provinsi tapi juga pemerintah pusat, tentu ULM disini dengan SDM nya bisa melakukan studi pemetaan bersama dengan instansi pemerintah pusat dengan program dari pemkab HST tentu peakan dikerjakan secara keroyokan sehingga bisa permasalahn ini bisa diselesaikan,” ujarnya

Wabup HST H A Chairanysah menuturkan ini merupakan tindak lanjut setelah seminar nasional yang diprakarsai ULM, menurutnya diperlukan tenaga ahli untuk melakukan pemtaan kondisi lapangan di HST sehingga potensi lahan bisa dimaksimalkan untuk pertanian demi terwujudnya ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Bumi Murakata.

“Hasilnya nanti adalah Peta lahan serta peta pembangunan yang bisa digunakan untuk memaksimalkan potensi tersebut, di tahun 2017 semoga bisa melangkah untuk pelaksanaannya,” harapnya. (adv/ary/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua