• Hari ini : Kamis, 18 Januari 2018

Tokoh Senior Golkar Rapatkan Barisan

Plt Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, saat memberikan keterangan pers di Banjarmasin, Senin (3/10).
Plt Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, saat memberikan keterangan pers di Banjarmasin, Senin (3/10).

Banjarmasin, KP – Sejumlah tokoh senior Partai Golkar di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (3/10), menggelar pertemuan yang bertujuan merapatkan barisan dalam rangka prospek ke depan partai berlambang pohon beringin itu, termasuk menghadapi beberapa even besar seperti Pilkada di Kabupaten Batola dan Kabupaten HSU, verifikasi partai politik tahun 2017 serta membahas figur calon ketua DPRD Kalsel, karena kader Golkar yang menjabat ketua saat ini, telah mengundurkan diri sebagai syarat maju dalam Pilkada.

Tokoh senior Golkar terlihat hadir, di antaranya Prof H Kustan Basry yang juga Ketua Dewan Penasihat (Wanhat), H Noor Aidi, ketua dewan pertimbangan (Wantim) serta sejumlah anggota seperti H Gt Rusdi Effendie, Nasib Alamsyah, Hj Suriatinah, T.Sidharta, H Tadjuddin, dan lain-lain.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, H Gusti Iskandar, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut kepada wartawan mengatakan, dirinya bersama ketua harian, H Hasanuddin Murad, diminta hadir dalam rapat Wanhat dan Wantim Partai Golkar Kalsel untuk mendengarkan masukan-masukan yang disampaikan.

“Ada beberapa catatan saya waktu mengikuti rapat para tokoh Golkar, yaitu prospek Golkar ke depan. Ini sesuatu yang menarik, ternyata para tokoh kita masih concern dan memikirkan konsulidasi organisasi,’’ ujar mantan anggota DPR RI tiga periode, yang saat ini juga dipercaya menjabat Wakil Sekjen DPP Partai Golkar itu.

Terkait konsulidasi, Iskandar mengakui, sebagai Plt Ketua DPD Golkar Kalsel dia sudah mengunjungi beberapa daerah di Kalsel.

“Ada beberapa daerah yang harus dikoreksi, diperbaiki dan dibenahi khususnya di internal Golkar,’’ ujarnya.

Pada kesempatan itu, katanya melanjutkan, kesiapan Golkar menghadapi verifikasi tahun 2017 juga sangat penting, yaitu untuk mengetahui apakah masih bisa bertahan sebagai peserta Pemilu.

Penguatan kelembagaan partai di DPRD juga mendapat sorotan, yaitu bagaimana melakukan sinergitas dengan kepala daerah, juga memperbaiki komunikasi antara fraksi dengan DPD Golkar, sebab setiap kebijakan fraksi merupakan pencerminan kebijakan partai.

Selain itu, juga ada masukan-masukan terkait figur yang akan mengganti pimpinan DPRD Kalsel maupun calon Pengganti Antar Waktu (PAW).

“Masukan dari Wanhat dan Wantim ini, akan kita bawa dalam rapat pleno pengurus dan ada beberapa kriteria yang disampaikan,’’ tambah Iskandar.

Dikatakan juga, dalam rapat tokoh-tokoh senior itu juga diusulkan adanya forum pertemuan secara periodik antara Wanhat, Wantim dengan pengurus DPD Golkar.

“Usul ini sangat menarik dan perlu diatur polanya. Bahkan, diusulkan juga adanya pertemuan dengan kepala daerah yang merupakan kader Golkar secara periodik pula,’’ katanya.

“Saya sangat gembira, hampir semua tokoh Golkar yang hadir menyampaikan masukan. Ada semacam kerinduan dari para tokoh yang hadir untuk bersama-sama membenahi Golkar,’’ pungkas Gusti Iskandar. (lia/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua