• Hari ini : Minggu, 19 Agustus 2018

Tongkang Vs Kelotok, Seorang Bocah Tewas

BOCAH TENGGELAM : Jasad bocah Ahmad Rifki yang tenggelam di DAS barito saat baru ditemukan tim gabungan, Minggu (12/8) siang, dievakuasi ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok untuk divisum. (Kp/Asuradi)

BUNTOK, KP – Kecelakaan perairan telah terjadi di perairan Kampung Seper kecamatan Dusun Selatan Buntok, Sabtu (11/8) sore. Kapal tongkang pengangkut pasir bertabrakan dengan kelotok kayu bermuatan 7 orang.

Akibat peristiwa itu, 5 penumpang dinyatakan selamat, 1 luka parah atasnama Warna (26) dan seorang bocah bernama Ahmad Rifki (6) ditemukan tidak bernyawa.

Informasi yang berhasil dihimpun KP dilapangan, 7 penumpang kelotok merupakan satu anggota keluarga. Mereka berencana pulang ke Bintang Kurung kecamatan Karau Kuala setelah sebelumnya datang dari Buntok.

Terkait kronologi kejadian ada beberapa versi yang berkembang. Sehingga terkait penyebab terjadinya tabrakan tersebut masih simpang siur.

Versi pertama menyebutkan saat kelotok berpenumpang 7 orang itu berlabuh ke arah hilir, tak disangka-sangka sebuah kapal tongkang pengangkut pasir melesat cepat dari arah Buntok seberang dan menabrak persis di tengah badan kelotok sebelah kanan.

Tak ayal, kelotok kecil terbuat dari kayu itu oleng dan karam. Sementara semua penumpangnya tumpah ke sungai Barito yang saat itu arusnya cukup deras.

Dalam kepanikan itu, 5 penumpang berhasil selamat yaitu Bahrun (45), Lisnawati (30), Sugian (34), Musli (13), dan Ruli, bayi berusia empat bulan.

Namun keluarga yang mendapat musibah itu masih dirundung duka, karena satu anggota keluarga mereka Warna (26) terluka parah dan harus dirawat di RSUD Jaraga Sasameh Buntok serta seorang bocah Ahmad Rifky (6) ditemukan meninggal dunia, setelah sebelum sempat hilang sekitar 20 jam.

Sementara itu versi lain juga berkembang dan menyebutkan, bukan kapal tongkang yang menabrak kelotok, namun kelotok bermuatan 7 penumpang itulah yang pertama kali menabrak kapal tongkang pengangkut pasir itu.

Dari kabar yang berhembus, kapal tongkang saat itu datang dari arah Buntok seberang mau menyeberang ke kota Buntok kawasan pasiran Kampung Seper.

Saat itu dikabarkan kelotok berpenumpang 7 orang itu yang melesat cepat karena di tali gasnya terjadi gangguan mesin sehingga kecepatannya tidak bisa dikendalikan dan menabrak kapal tongkang yang sedang menyeberang.

Kapolres Barsel AKBP Eka Syarif Nugraha Husen SIk MSi melalui Kasat Reskrim AKP Try Sugiyono SH membenarkan peristiwa tabrakan kapal tongkang pengangkut pasir dengan kelotok terbuat dari kayu bermuatan 7 penumpang tersebut.

Kasat Reskrim juga minta kepada masyarakat agar tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut, tetapi serahkan ke pihaknya guna mengusutnya sesuai aturan hukum yang berlaku.

Sementara itu, setelah sekitar 20 jam lebih melakukan pencarian terhadap korban tenggelam, akhirnya bocah Ahmad Rifki (6) yang tenggelam di DAS Barito itu berhasil ditemukan tim gabungan.

Namun bocah malang sudah dalam keadaan tidak bernyawa, Minggu (12/8) siang, sekitar pukul 12.15 WIB.

Diketahui Ahmad Rifki menjadi korban tabrakan kapal tongkang pengangkut pasir vs kelotok kayu, Sabtu (11/8) sore di kawasan perairan Kampung Seper Buntok.

Saat ditemukan jasad bocah laki-laki malang asal desa Bintang Kurung kecamatan Karau Kuala tersebut terlihat kaku dan perut kembung karena terlalu lama tenggelam dalam air.

“Tim gabungan menemukan jasad Ahmad Rifki, Minggu (12/8) siang sekitar pukul 12.15 WIB. Lokasi ditemukannya korban tidak jauh dari area tabrakan,” ucap Kasat Reskrim AKP Trio Sugiyono SH mewakili Kapolres Barsel AKBP Eka Syarif Nugraha Husen SIk MSi kepada awak media, Minggu (12/8) siang.

Menurut Kasat Reskrim, dari hasil visum tim dokter RSUD Jaraga Sasameh Buntok, meninggalnya korban karena terlalu lama tenggelam dalam air, sementara di bagian tubuhnya tidak ada luka maupun cedera.

“Hingga saat ini kita masih melakukan penyelidikan intensif termasuk minta keterangan sejumlah saksi terkait tabrakan kapal tongkang dan kelotok sampai merenggut korban nyawa ini, termasuk olah TKP,” katanya.(adi/K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua