Banjarbaru, KP – Kota Banjarbaru kembali mempertahankan Tropy Adipura, piala kebanggaan dibidang kebersihan kota, ini merupakan gelar ketiga secara beruntun diraih kota mantan Gunung Apam tersebut, dimana Rabu (8/6) hari ini piala akan diarak keliling kota idaman.
Adapun gelar diraih adalah kategori kota sedang terbersih di Indonesia, menurut Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan dari semua unsur, akhirnya Piala Adipura dapat dipertahankan Banjarbaru untuk ketiga kalinya.
``Hari ini walikota di Istana Negara menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Kepala Dinas Bertarung, Sanusi Enani,’’ katanya.
Dan Rabu besok, lanjutnya, piala adipura akan diarak keliling kota bersama pasukan kuning, LPM, Forum RT/RW dan masyarakat Banjarbaru lainnya, atas prestasi ini, sebenarnya penghargaan adipura bukanlah tujuan akhir.
``Yang penting bagaimana masyarakat Banjarbaru membiasakan hidup bersih dan sehat,’’ katanya.
Pihaknya, sambung Ogi, mengucapkan terima-kasih kepada seluruh warga Banjarbaru atas prestasi adipura 2011 ini, berkat kerjasama semua pihak, terutama masyarakat yang peduli kebersihan.
``Tropy Adipura bagi kota bersih dan sehat dinilai masih diperlukan sebagai motivasi bagi pimpinan daerah dan masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya,’’ ujarnya.
Penyambutan khusus berupa arak-arakan adipura rencananya diiringi konvoi kendaraan bak terbuka membawa piala adipura keliling kota diikuti kendaraan lain dari satuan kerja perangkat daerah.
Arak-arakan yang diikuti konvoi puluhan kendaraan dimulai dari Bandara Syamsudin Noor usai piala diserahkan walikota kepada wakil walikota yang memimpin arakan-arakan tersebut.
Rute yang dilewati mulai dari Bandara menuju Jalan Ahmad Yani hingga bundaran Liang Anggang kemudian balik kanan menuju dalam Kota Banjarbaru melintasi Jalan Palam menuju Jalan Trikora.
Selanjutnya, arak-arakan menuju Jalan RO Ulin dan singgah di stadion mini Gawi Sabarataan yang kebetulan dijadikan pusat kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong tingkat Kota Banjarbaru.
Usai dari tempat itu, konvoi dilanjutkan kembali ke pusat kota menuju Bundaran Simpang Empat Banjarbaru dan selanjutnya menuju Balai Kota diterima kembali walikota dan anggota masyarakat di tempat itu.
Di sela-sela penyambutan di Balai Kota diisi doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur karena berhasil mempertahankan piala adipura ketiga kalinya.
Piala adipura yang diraih Kota Banjarbaru merupakan yang ketiga kalinya setelah dua tahun berturut-turut mendapatkan penghargaan serupa pada 2009 dan 2010 dibawah kepemimpinan Walikota Rudy Resnawan.
Selama tiga tahun itu pula, Banjarbaru mewakili provinsi Kalsel yang terdiri dari 12 kabupaten dan kota sebagai penerima adipura termasuk penghargaan adipura 2011.
Selain Banjarbaru, dua kabupaten lain di Kalsel yakni Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Tengah (HST) juga menerima penghargaan namun hanya berupa sertifikat {{Best Effort}} karena dinilai berhasil meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Banjar Baru
Hari Ini Piala Adipura Diarak Keliling Kota
SIKIB : Rumah Pintar Perkaya Pengetahuan Masyarakat
Banjarbaru, KP - Sekretaris solidaritas istri kabinet Indonesia bersatu II atau SIKIB, Ina Suharso Monoarfa mengatakan, rumah pintar sebagai sarana belajar juga bermanfaat memperkaya pengetahuan masyarakat.
``Rumah pintar harus dimanfaatkan maksimal sebagai sarana belajar sehingga bisa memperkaya pengetahuan dan ketrampilan,’’ katanya saat meresmikan rumah pintar ``Idaman’’ yang menempati eks rumah dinas Wakil Walikota Banjarbaru di Jalan Taman Gembira Selatan Kota Banjarbaru, Rabu (25/5).
Istri Menteri Perumahan Rakyat Republik Indonesia itu menyatakan, tujuan rumah pintar selain memberdayakan dan mengangkat masyarakat dari keterbelakangan pendidikan dan pengetahuan, sekaligus sebagai lembaga pelatihan ketrampilan dan informasi teknologi.
Hal itu, kata dia, sesuai konsep rumah pintar yakni menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan karena tempatnya dilengkapi berbagai fasilitas yang diperlukan sehingga pembelajaran lebih bermakna dan tepat guna.
Dikatakan, SIKIB menjalin kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat dengan menyediakan mobil pintar dan kapal pintar khususnya bagi wilayah yang sulit dijangkau.
``Di Kalsel sudah ada tiga rumah pintar termasuk di Banjarbaru. Bagi kabupaten/kota lain yang yang ingin membangun, SIKIB siap membantu,’’ ujarnya didampingi istri Wakil Menteri Perdagangan Ita Mahendra.
Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor mengatakan, keberadaan rumah pintar yang dikelola Kantor Perpustakaan Kota Banjarbaru itu hendaknya dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
``Jadikan rumah pintar ini sebagai sarana menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan sehingga memiliki bekal yang akan berguna bagi kehidupan,’’ ajaknya di depan undangan dan masyarakat yang hadir.
Pengelola rumah pintar ``Idaman’’ Nurlianie Dardie mengatakan, rumah pintar selain menyediakan sentra buku sebagai koleksi utama, juga menyediakan enam sentra lain yang bisa dipergunakan seluruh lapisan masyarakat.
Keenam sentra yang sudah beroperasi tersebut adalah sentra bermain anak-anak, sentra audio visual, sentra komputer, sentra kriya, sentra panggung dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
``Sentra kriya bisa digunakan ibu-ibu sebagai pusat menjahit, menyulam dan kegiatan lain, sentra bermain dan panggung bisa dipergunakan anak-anak untuk mengembangkan diri,’’ ujarnya menjelaskan.
Peresmian rumah pintar ``Idaman’’ juga ditandai penyerahan bantuan {{book drof}} dari SIKIB disaksikan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Hayatun Fardah Rudy Ariffin dan Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hartati Ruzaidin Noor.
Gaji Tenaga Honor Pemko Banjarbaru Dibawah UMP
Gaji tenaga kontrak/honor di lingkungan Pemko Banjarbaru sangat jauh dari UMP. Untuk itu Pemko perlu melakukan kajian keperluan pegawai dan harus selektif menerima tenaga honor yang harus benar-benar dibutuhkan SKPD.
BANJARBARU, KP – Belanja tidak langsung atau belanja pegawai Pemko Banjarbaru selalu menyisakan anggaran cukup besar, termasuk tahun anggaran (TA) 2010, dari Rp208,2 miliar lebih yang disediakan, terealisasi hanya Rp203 miliar atau 97 persen, sehingga terdapat sisa kurang lebih Rp4,8 miliar.
Demikian pula belanja tidak langsung untuk membayar honor pegawai, dari anggaran Rp34,1 miliar lebih, terealisasi hanya 90,28 persen atau Rp30,1 miliar, jadi bila ditotalkan terdapat sisa kurang lebih Rp7,9 miliar.
Menurut Ketua DPRD Banjarbaru, Arie Sophian, seharusnya belanja pegawai ini bisa lebih tepat diperhitungkan apabila didasarkan pada data kepegawaian yang akurat, sehingga bukan berarti belanja pegawai ini dapat diefisienkan.
``Karena itu, kami merekomendasikan Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor dan jajarannya dalam rangka akuntabilitas anggaran, agar belanja pegawai yang dianggarkan mengacu pada besaran pembayaran gaji, tunjangan jabatan, tunjangan penghasilan, dan honor-honor yang dibayarkan tahun sebelumnya, dengan asumsi kenaikan anggaran 5 hingga 10 persen yang didasarkan pada data pegawai riil dan dapat dipertanggungjawabkan,’’ ujarnya Arie akhir pekan tadi usai memberikan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota
Banjarbaru Akhir Tahun 2010, di gedung DPRD setempat.
Selain itu, tegasnya, secara umum pencapaian kinerja pada beberapa program pembinaan kesejahteraan tenaga kerja yang dilaksanakan berdasarkan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, telah berjalan cukup baik.
``Misalnya UMP dan kepesertaan tenaga kerja dalam jamsostek, namun sangat disayangkan keberhasilan ini tidak diikuti dengan peningkatan jaminan kesejahteraan bagi tenaga kerja yang bekerja di sektor pemerintahan, seperti tenaga honor dan kontrak yang rata-rata penghasilannya dibawah UMP,’’ ungkapnya.
Guna memperkecil kesenjangan penghasilan dan kesejahteraan aparatur di sektor pemerintahan, lanjutnya, direkomendasikan agar penghasilan/gaji tenaga kontrak, honor secara bertahap ditingkatkan sesuai UMP atau sesuai kemampuan daerah.
Pasalnya, sambung Arie, saat ini di lingkup Pemko, untuk tenaga kontrak/honor lulusan SMA sederajat cuma digaji Rp400 ribu dan sarjana S1 hanya digaji Rp600 ribu saja, ini tentu sangat jauh dari UMP.
``Penghasilan tenaga kontrak/honor ini masih sangat jauh dari mensejahterakan mereka, sebab UMP Kalsel saat ini Rp1,050 juta per bulannya,’’ tandasnya.
Oleh sebab itu, Arie meminta Pemko perlu melakukan kajian kebutuhan pegawai, berapa yang dibutuhkan, sehingga bisa diantisipasi dengan memperhitungkannya di APBD agar tidak ada lagi kesenjangan tersebut.
``Artinya, bila gaji mereka dinaikkan, harus selektif dan kalau mau menerima tenaga kontrak/honor harus benar-benar dibutuhkan di SKPD,’’ pintanya.
Pemko Diminta Wujudkan Pendidikan Berkualitas
Banjarbaru, KP – Guna melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing menghadapi tantangan global, Pemko diminta mewujudkan pendidikan berkualitas.
``Pemko harus mampu mewujudkan pendidikan berkualitas karena tingginya kualitas pendidikan menjadi salah satu keberhasilan bidang pendidikan,’’ ujar Sekretaris Fraksi PPP Amanat Bangsa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banjarbaru, Muriadi di Banjarbaru, Senin pekan lalu.
Ia mengatakan, Pemko hendaknya bukan hanya memprogramkan pencapaian angka partisipasi kasar (APK) maupun angka partisipasi murni (APM), jumlah sekolah, guru, siswa serta besaran anggaran yang dikucurkan.
Hal itu mengingat, persoalan pendidikan bukan hanya sekadar membangun sekolah, menghadirkan siswa dan melaksanakan proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. ``Paling utama yang harus dipikirkan adalah bagaimana mampu mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak hanya di pusat kota tetapi merata hingga ke pelosok kota,’’ ungkapnya.
Di sisi lain, kata dia, Pemko melalui Dinas Pendidikan juga diminta mampu membuat formula khusus sehingga kualitas pendidikan merata di seluruh sekolah dan tidak hanya pada sekolah dan jenjang tertentu.
``Pendidikan adalah hak seluruh warga negara dan diharapkan pendidikan yang diberikan pemerintah adalah pendidikan yang berkualitas sehingga lulusan setiap jenjang mampu menghadapi tantangan global,’’ ujarnya.
Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor mengatakan, pihaknya akan berupaya meningkatkan pendidikan berkualitas melalui sejumlah program dan strategi yang disusun Dinas Pendidikan setempat.
``Sejumlah program dan strategi sudah disiapkan Dinas Pendidikan melalui program pengembangan pendidikan yang berorientasi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berakhlak mulia,’’ ujarnya.
Walikota Banjarbaru Jamin Kemudahan Investor

Banjarbaru, KP - Walikota Banjarbaru, Ruzaidin Noor menjamin kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini.
``Kami menjamin kemudahan setiap investor yang ingin menjalankan usahanya, silakan investor menanamkan investasinya,’’ katanya di Banjarbaru, Sabtu (21/5).
Menurut dia, jaminan kemudahan yang diberikan berupa permohonan izin yang tidak akan dipersulit sepanjang seluruh syarat dan ketentuan dipenuhi.
Ia mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh aparatur di bidang perizinan baik di kelurahan, kecamatan maupun dinas teknis untuk memberikan kemudahan bagi setiap investor.
``Jika saat berurusan dipersulit atau diminta menyediakan sejumlah uang, silakan melapor dan setiap laporan akan ditindaklanjuti termasuk memberikan sanksi kepada oknum pegawai yang terlibat,’’ katanya.
Ia mengingatkan, pihaknya juga sudah menetapkan besaran tarif atau retribusi atas perizinan yang diperlukan sehingga pemohon tidak perlu kuatir dan takut dikenakan biaya tinggi atas pengurusan izin tersebut.
Perizinan secara khusus ditangani Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) yang menerbitkan surat izin setelah permohonan mendapat rekomendasi dari dinas dan instansi terkait yang mengawasinya.
``Besaran retribusi sudah dituangkan dalam peraturan daerah sehingga jika diminta membayar biaya perizinan lebih besar dari retribusi yang ditetapkan, silakan dilaporkan,’’ kata walikota.
``Sejauh ini, suasana Kota Banjarbaru tenang dan kondusif berkat kerja sama dengan kepolisian sehingga kami berharap situasi kini semakin menarik minat investor,’’ kata dia.
Ia menambahkan, Pemko Banjarbaru membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk menanamkan modal dan berusaha, apalagi masih banyak kawasan di kota ini yang bisa dikembangkan sebagai tempat usaha.
Salah satu kawasan pengembangan adalah Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang yang berpotensi dijadikan kawasan industri, perdagangan dan jasa sesuai salah satu visi kota ini.
Kota Banjarbaru yang berjarak sekitar 35 kilometer dari ibukota Provinsi Kalsel, Banjarmasin, memiliki visi sebagai kota mandiri dan terdepan melalui empat dimensi.
Berita Lainnya...
Halaman 1 dari 10

Banjar Baru

