Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Tri Banjar Banjar Baru Pilih Pemimpin yang Tidak Sukuisme

Pilih Pemimpin yang Tidak Sukuisme

E-mail Cetak PDF

Banjarbaru, KP – Ketua Umum DPP Ikhwanul Mubalighin dari Jakarta, KH Mujib Hudori, menegaskan, dalam memilih pemimpin yang notabennya sebagai imam jangan membeda-bedakan sukuisme. Karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah membeda-bedakan suku dan agama.
``Hal ini sebagai bentuk dari upaya menghargai orang lain,’’ujarnya, dalam acara silaturrahmi bersama HM Zairullah Azhar dengan ribuan warga Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, Minggu (17/1) malam, di Gedung Serga Guna Unlam Banjarbaru.

Zairullah Azhar, kata Mujib, merupakan salah satu seorang yang tidak membeda-bedakan suku dan agama. Di samping itu ia sangat peduli dengan anak yatim dan fakir miskin, ini bukan isapan jempol belaka tapi telah dipraktekkannya dalam kehidupan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

``Kalau ingin berhasil menjadi pemimpin, maka jangan membawa suku dalam kepemimpinan,’’ tegas Hudori, yang juga didampingi Habib Ahmad Al Aydarus dari Luar Batang Jakarta dan Habib Yahya.

Dalam kesempatan itu, calon Gubernur Kalsel, dr HM Zairullah Azhar menjelaskan, bila dirinya mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin akan menerapkan sistem, bahwa kepemimpinan itu sebagai pelayanan masyarakat.

``Artinya pemimipin selalu berada di tengah-tengah masyarakat baik di desa maupun kota,’’ kata Zairullah.

Selain itu, Zairullah akan membangun seluruh lapisan masyarakat Kalsel ke depannya dengan dzikir dan silaturrahmi, meskipun diakuinya dalam menerapkan hal itu terdapat cibiran dan hujatan. Orang pasti bertanya apa mungkin membangun dengan dzikir dan silaturrahmi saja? 
Bupati Kabupaten Tanbu yang juga dikenal senagai bapak anak yatim itu, mengajak masyarakat Kalsel untuk mempraktekkan apa yang dipesan oleh Rasulullah SAW, yakni tebarkan salam ketika bertemu dengan saudara lainnya.

Di samping itu membangun silaturrahmi kepada sesama antar warga negara Indonesia, jangan lupa memperhatikan dan menyantuni anak yatim serta kaum duafa. Dan yang terpenting lagi adalah bangun tengah malam untuk melaksanakan sholat tahajut.

Pada bagian lain, Dr HM Zairullah Azhar menyatakan, bila dirinya mendapat amanah menjadi Gubernur Kalsel 2010-2015. Maka mulai tahun ini juga akan menjalankan program prioritas, yaitu bedah rumah penduduk yang tidak layak huni.

``Kita tidak membedakan rumah siapa dan dari kabupaten mana yang akan dibedah. yang pasti secara bertahap akan kita perbaiki melalui kegiatan bedah rumah,’’ janji Zairullah, seraya menekankan kegiatan tersebut lebih diarahkan ke wilayah desa dan daerah terpencil yang banyak terdapat di Kalsel.

Menurut Ketua Majelis Dzikir Darul Azhar dan SBY Nurussalam Kalsel tersebut, pembangunan rumah yang tidak layak huni ituharus dilakukan pemerintah. Dengan demikian, masyarakat yang selama ini hidup di rumah-rumah gubuk bisa menikmati hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.

Selain itu, lanjut dokter teladan itu, mulai tahun 2010 tidak ada lagi anak-anak usia sekolah yang tidak mendapatkan pendidikan, hanya karena disebabkan mereka tidak memiliki biaya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

``Kita tidak berharap ada anak yang berasal dari keluarga kurang mampu tidak mendapatkan pendidikan, hanya karena tidak memiliki biaya untuk sekolah,’’ tandasnya.

Zairullah Azhar akan membangun kebersamaan dengan seluruh lapisan masyarakat. Guna mewujudkan masyarakat Kalsel yang sejahtera dan bermartabat yang tentunya mendapat ridho Allah SWT.

Sebelum bersilaturrahmi dengan ribuan masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya. Pada sore harinya Zairullah juga bersilaturrahmi dengan dengan ribuan masyarakat dari 13 Desa di sekitar Danau Salak Kabupaten Banjar. (ban/K-2)