Ini memang lain dari biasa, pasalnya ontong yang menyerupai jantung dan berwarna merah serta tumbuh diujung tandan pisang tersebut, pada umumnya berjumlah satu, paling banyak dua, itupun jarang.
Pemilik pisang aneh tersebut, bernama Wakidi (50), warga Jalan Kebun Karet RT 15 RW 6 Kelurahan Loktabat Utara Kecamatan Banjarbaru Utara, diapun tidak menyangka pisangnya jadi unik dan langka ini.
Menurut Wakidi, awalnya dia memperoleh bibit pisang berjenis mahuli ini di Rantau Kabupaten Tapin, yakni di rumah orangtua angkatnya, kemudian bibit pisang ini dibawa pulang dan ditanam di kebun samping kanan rumahnya.
``Setelah ditanam sekitar dua bulan, pisang ini tiba-tiba habis karena dimakan bebek alias itik,’’ kisahnya.
Setelah itu, sambungnya, bagian atas dia potong, tapi anehnya pisang tumbuh kembali, karena takut dimakan itik, maka di keliling tananam diberi pagar bambu, sayangnya, sekitar empat bulan setelahnya pisang ini kembali habis, lagi-lagi dimakan itik.
``Akhirnya pisang tersebut saya gali dan angkat sisanya, lalu saya pindahkan dan ditanam ditempat yang tidak begitu jauh,’’ katanya.
Ditambahkan operator alat berat ini, pisang kemudian dipagar dan digandeng dengan pisang ambon yang ditanam disebelahnya, akhirnya pisang kemudian tumbuh hingga besar, lolos dari santapan itik.
``Setelah tumbuh sekitar 6 bulan, dan menjadi besar serta berbuah layaknya pisang umumnya, tiba-tiba saya terkejut karena melihat ontongnya berjumlah lima, ini lain dari biasa,’’ katanya.
Ontongnya sendiri, sambung Wakidi, memang normal tumbuh di ujung tandan, namun ada dua tandan yang ujungnya bercabang dan tumbuh dua ontong, sehingga jika dijumlahkan sebanyak lima.
``Ini aneh dan menarik, unik lagi, apalagi di TV pernah ada pisang yang berontong delapan,’’ kata Wakidi sembari menambahkan dia sendiri tidak pernah memberitahu keanehan ini pada tetangga kampungnya. (wan/K-5)



