Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:

Pembakar Sampah

E-mail Cetak PDF

Banjarbaru, KP - Warga Kota Banjarbaru diimbau jangan membakar sampah sembarangan karena bisa menjadi penyebab rusaknya lapisan ozon, kata Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Ruang Kota Banjarbaru, Ogi Fajar Nuzuli, Selasa peka lalu.
Pernyataan Ogi tersebut disampaikan terkait pelaksanaan penilaian dari Tim Adipura Pusat ke Kota Banjarbaru yang direncanakan pada awal Maret 2010.

Menurut dia, membakar sampah apapun jenisnya bisa merusak lapisan ozon akibat asap pembakaran yang menyebar ke udara disamping menyebabkan terjadinya polusi udara bagi lingkungan sekitar.

Disisi lain, kata dia, pembakaran sampah mempengaruhi nilai adipura saat tim melakukan penilaian terutama pada titik pantau adipura.

Tim Adipura tidak mentolerir jika saat mereka melakukan penilaian menemukan aktivitas masyarakat yang melakukan pembakaran sampah baik diareal tempat pembuangan sampah sementara (TPS) maupun disekitar lingkungan rumah.

Tim penilai, lanjut dia, langsung memberikan poin terendah yakni 30 terhadap salah satu bagian dari titik pantau itu sehingga akan mempengaruhi penilaian secara keseluruhan.

``Misalnya dititik pantau lingkungan perumahan tim penilaian mendapati ada warga yang membakar sampah disamping rumah maka nilai pengelolaan sampah dititik pantau itu langsung diberi 30 dan tentu mempengaruhi penilaian titik pantau secara keseluruhan,’’ ungkapnya.

Dikatakan, imbauan itu bukan hanya berlaku saat tim penilai  melakukan penilaian tetapi juga berlaku dimasa mendatang karena pembakaran sampah membawa efek negatif bagi udara dan lingkungan sekitar.

``Asap yang ditimbulkan akibat pembakaran sampah turut andil merusak lapisan ozon disamping menimbulkan polusi udara,’’ ujar anggota Tim Adipura Kota Banjarbaru itu.

Ditanya mengenai kesiapan menghadapi penilaian adipura tahap II dikatakan pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan titik pantau agar saat tim penilaian datang kondisinya bersih, rapi dan tertata.

``Pembenahan terus kami lakukan disetiap titik pantau selain itu kami meminta warga dan mereka yang berada disekitar lokasi titik pantau turut menjaga kebersihan lingkungan sehingga mendapat penilaian memuaskan,’’ katanya. (ant/K-5)