Seperti hujan deras yang mengguyur, Senin (19/7) malam hingga Selasa dinihari kawasan yang biasanya banjir kini tidak lagi sehingga masyarakat yang tinggal disekitarnya tidak menjadi korban, katanya di Banjarbaru, Selasa (20/7).
Pihaknya hingga kini belum menerima laporan munculnya banjir di kawasan langganan banjir di kota itu.
``Sampai saat ini kami tidak menerima laporan kebanjiran di sejumlah kawasan yang menjadi langganan banjir,’’ ujar Dadank.
Ada tiga titik di Kota Banjarbaru yang menjadi langganan banjir yakni Di Desa Pumpung Kelurahan Cempaka, sepanjang aliran Sungai Kemuning belakang Pasar Bauntung Banjarbaru serta Jalan Tonhar Kecamatan Landasan Ulin.
Menurut dia, sejak dua tahun terakhir sejumlah kawasan yang menjadi langganan banjir tersebut tidak lagi kebanjiran sehingga boleh dikatakan Kota Banjarbaru telah bebas banjir akibat meluapnya aliran sungai.
``Biasanya jika musim hujan atau hujan lebat mengguyur Kota Banjarbaru maka kawasan langganan banjir itu pasti kebanjiran tetapi selama hampir dua tahun terakhir kejadian itu tidak lagi melanda,’’ ujarnya.
Dikatakan, tidak terjadinya banjir di sejumlah kawasan langganan banjir itu berkat langkah Pemko Banjarbaru melalui dinas terkait yang melakukan normalisasi aliran sungai sehingga arus air hujan lancar dan tidak sampai meluap.
``Normalisasi sungai yang dilakukan cukup efektif mencegah terjadinya luapan air di sepanjang aliran sungai sehingga air hujan bisa langsung mengalir tanpa hambatan dan tidak menimbulkan banjir maupun genangan,’’ ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, fenomena alam yang patut diwaspadai warga Banjarbaru dan sekitarnya adalah tiupan angin kencang atau puting beliung yang diperkirakan melanda sejumlah kawasan kota itu.
Peringatan itu hendaknya diperhatikan masyarakat khususnya yang bermukim disepanjang jalur yang menjadi lintasan angin kencang mulai dari Kecamatan Cempaka bergeser ke arah Barat hingga kawasan Kecamatan Liang Anggang.
``Sepanjang jalur itu merupakan lintasan angin kencang karena daerah terbuka sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan,’’ katanya.
Ditambahkan, kewaspadaan masyarakat diperlukan sehingga terhindar dari bencana akibat fenomena alam seperti kejadian terakhir berupa tiupan angin kencang di Kecamatan Liang Anggang pada 25 Juni 2010 lalu hingga merusak 100 lebih bangunan dan rumah penduduk. (ant/K-5)



