``Latihan dimaksud yaitu mengulang kaji dan mengerjakan soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya, disamping terus melakukan pengayaan dan remedial," lanjutnya di Banjarmasin, Jumat (5/2).
Guna mencapai keberhasilan maksimal UN 2010 orang tua atau keluarga peserta didik yang bakal mengikuti ujian diimbau agar lebih memberikan perhatian serta motivasi.
Selain itu, pihak sekolah supaya mempersiapkan semaksimal mungkin seperti sistem pembelajaran minimal mendekati pencapaian target kurikulum tahun pelajaran 2009/2010.
Hal lain yang tak kalah penting yaitu mempersiapkan sikap mental anak didik agar betul-betul siap menghadapi UN serta dampak lain yang kemungkinan terjadi, katanya.
``Kita berharap walau terjadi percepatan UN, tapi hasilnya tetap menggembirakan atau minimal tingkat kelulusan sama dengan tahun lalu," demikian Fathurrahman.
Pendapat senada dari Wakil Ketua Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel, Akhmad Jazuli, S.Ked, MAP dari Fraksi PKS yang mengharapkan perlunya kematangan persiapan dan kesiapan menghadapi UN tersebut.
``Dengan kematangan persiapan dan kesiapan diharapkan tidak akan menimbulkan permasalahan baru yang lebih fatal," lanjutnya.
Pengalaman selama ini, lanjut alumnus fakultas kedokteran yang "banting stir" kedunia politik itu, banyak peserta UN yang tidak lulus menjadi depresi dan histeris.
``Depresi dan histeris tersebut salah satu pertanda persiapan dan kesiapan mental serta spiritual peserta UN belum betul-betul siap," demikian A. Jazuli.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Disdik Kalsel, Drs. H. Humaidi Syukeri mengatakan, tingkat kelulusan UN untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP dan Sekolah Lanjutan tingkat Atas (SLTA) tahun lalu rata-rata 96 persen.
``Untuk se Kalimantan tingkat kelulusan SLTP dan SLTA di Kalsel berada pada peringkat satu," ungkapnya.
Walau terjadi percepatan UN, tapi tingkat kelulusan di Kalsel jangan sampai menurun. Karena angka standar kelulusan tetap 5,50, demikian Humaidi.(ant/K-5)




