``Saya dapat berita dari Tanah Air, bahwa setelah Indonesia melumpuhkan tokoh
teroris Dr Azahari dan Noordin M Top, yang mengganggu Asteng. Alhamdulilah
Polisi Indonesia telah melumpuhkan satu tokoh teroris Asia Tenggara lainnya
Dulmatin, dalam sebuah operasi polisi di Jakarta,’’ kata Presiden yang disambut
tepuk tangan hadirin.
Penumpasan dan pencegahan aksi teroris, lanjut Presiden adalah hal penting yang
harus dilakukan demi keselamatan manusia dunia.
``Keselamatan manusia Indonesia dan manusia Australia sangat penting. Mari kita
bekerja sama secara global untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan terorisme
di muka bumi,’’ kata Presiden.
Di tanah air Wakil Presiden Boediono pun memastikan salah satu dari tiga teroris yang tewas pada penyergapan di Pamulang, Tangerang, Banten, adalah Dulmatin.
``Salah satu dari tiga jenazah yang diidentifikasi Polri sudah confirmed dengan
pengujian DNA Dulmatin,’’ katanya, di Jakarta, Rabu.
Boediono menyampaikan penghargaan kepada Kepolisian Republik Indonesia yang telah berhasil menangani terorisme dengan tewasnya gembong teroris Dulmatin alias Djoko Pitono dalam penyergapan di Pamulang, Tangerang, Selasa siang (9/3).
``Saya sampaikan apresiasi pemerintah kepada Polri, dan seluruh instansi yang
mendukung dan juga masyarakat,’’ katanya usai menerima Kapolri Jenderal Pol
Bambang Hendarso Danuri secara mendadak di Istana Wapres, Rabu.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan lengkap yang diterima dari Kapolri ketiga
orang yang tewas dalam penyergapan di Pamulang, Tangerang, adalah teroris, salah
satunya adalah Dulmatin.
``Berdasar laporan menyeluruh dan telah dikonfirmasi, maka yang tewas adalah
Dulmatin,’’ kata Wapres.
Boediono mengatakan, pemerintah akan terus menuntaskan penanggulangan terorisme.
``Tentunya, operasi akan terus dilakukan,’’ kata Wapres.
Nama Tersangka
Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Rabu (10/3), membeberkan nama-nama tersangka terorisme yang ditangkap belum lama lalu dalam
keadaan hidup maupun mati di tiga tempat berbeda, Aceh, Jakarta, dan Jawa Barat.
Para tersangka yang masih hidup sekarang ditahan di Rutan Salemba Cabang Brimob,
Kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Berikut nama-nama pelaku terorisme yang disampaikan Kapolri di depan wartawan di
Jakarta:
Sapto Adi alias Robert Bakir alias Saira alias Abu Mujahid. Dia pernah
mendapatkan pelatihan militer di Philipina Selatan dan terlibat ledakan bom
Kedubes Australia, 2004.
Yudi Zulfahri.
Zaki Rahmatullah alias Zainal Muttaqin alias Abu Jahid asal Pandeglang.
Masykur Rahmad asal Kecamatan Krueng Baruna, Kabupaten Aceh Jaya. Dia
mengalami luka tembak saat penangkapan 3 Maret 2009.
Surya alias Abu Semak Belukar asal Aceh.
Azzam alias Imanudin asal Aceh
Heru asal Wonogiri, Jawa Tengah.
Muchtar asal Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Agus Wardiyanto alias Hasan, asal Depok, Jawa Barat.
Deni alias Fariz asal Karawang.
Adi Munadi asal Bandung.
La Ode Hafiz alias Adit alias Hafidz alias Abu Hafidz, asal Sulawesi yang
tinggal di Kalimalang, Jakarta Timur.
Sulaiman alias Sule asal Lampung
Adam alias Ade, asal Pandeglang.
Sofyan asal Depok. Dia pernah mendirikan sekolah menembak di Depok beberapa
tahun yang lalu.
Sutrino asal Jakarta.
Tatang, asal Jakarta.
Abdi asal Jakarta.
Iwan Abdullah, asal Aceh Besar yang tewas tertembak 3 Maret 2010.
Marzuki alias Tengku, asal Aceh yang tewas tertembak 6 Maret 2010.
Mansur Fahmi.
Ardiansyah yang perperan menyiapkan latihan militer.
Ali, ahli merakit bom.
Ridwan, tewas tertembak di Pamulang, Tangerang, Banten.
Hasan, tewas tertembak di Pamulang.
Yahya alias Mansur alias Joko Pitono alias Dulmatin, tewas tertembak di
Pamulang asal Pemalang.
Bakti Rahma alias Abu Haikal.
Saiful Siregar alias Iman asal Medan
(ant/K-2)



