Ayah tiri Dulmatin, Jazuli Arwan di Pemalang, Kamis (11/3), mengatakan, saat ini
pihak keluarga masih mempersiapkan kedatangan jenazah Dulmatin dari Jakarta.
``Namun, kapan jenazah Dulmatin dibawa ke Pamalang kami belum tahu karena belum
ada kabar dari pihak kepolisian,’’ katanya.
Ia mengatakan, hingga kini keluarga belum menerima surat pemberitahuan dari
Mabes Polri setelah Dulmatin tertembak dalam penggerebekan di ruko Multiplus
Pamulang, Tangerang, Banten. ``Namun, kami sudah menyakini jika jasad yang
tertembak oleh Densus 88 Antiteror adalah Dulmatin alias Amar Usman,’’ katanya.
Pihak keluarga Dulmatin meminta maaf kepada masyarakat, terutama umat Islam atas
kesalahan yang dilakukan oleh almarhum. ``Kami mohon masayarakat bisa memberikan
maaf kepada almarhum, meskipun keluarga berkeyakinan bahwa Dulmatin tidak
melakukan aksi kekerasan tersebut,’’ katanya.
Ketua RT 07 Dukuh Loning, Desa Kebo Ijo, Trubus mengatakan, warga tidak
keberatan jika Dulmatin dimakamkan di TPU Loning. ``Yang jelas, warga setempat
tidak keberatan Dulmatin dimakamkan di TPU Loning karena mereka menilai Joko
Pitono merupakan sosok yang baik di lingkungan masyarakat setempat,’’ katanya.
Sementara itu, situasi rumah orang tua Dulmatin di Jalan Garuda Nomor 24
Petarukan, tampak cukup ramai didatangi sejumlah warga yang akan menyampaikan
bela sungkawa. (ant/K-2)



