Banjarmasin, KP – Hingga Juni 2011 terdapat 257 orang penderita HIV/AIDS di Provinsi Kalsel. Perinciannya 191 orang penderita HIV dan sisanya 66 kasus merupakan penyandang AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Rosihan Adhani mengatakan hal itu kepada wartawan di sela acara Rapat Kerja Penanggulangan HIV/AIDS di Banjarmasin, Kamis.
``Tanah Bumbu tercatat sebagai daerah yang paling tinggi terinfeksi HIV, sementara Banjarmasin merupakan daerah yang paling tinggi kasus penderita AIDSnya,’’ tambah Rosihan.
Karenanya, lanjut Rosihan, sejalan dengan berlakunya otonomi daerah, perlu dilakukan pembagian tugas yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS di Kalsel.
``Karenanya, perlu dibentuk penataan sistem penanggulangan HIV/AIDS di Indonesian,’’ katanya.
Sebelumnya Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Depdagri, Muhammad Dharmono mengatakan Data Depkes RI mencatat, hingga Maret 2011, jumlah kasus AIDS yang dilaporkan adalah 24.482 kasus.
Setelah melewati dasawarsa kedua, ungkap Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Depdagri Muhammad Darmono, diestimasikan terdapat 193.000 ODHA (Orang Hidup Dengan AIDS).
``Pada 2020, jika tidak diupayakan penanggulangan yang efektif dan konfrehensif akan menjadi 2.500.000 orang,’’ ujar Darmono saat Raker Penanggulangan HIV/AIDS Kalsel di Hotel Roditha, kemarin.
Diungkapkannya lagi, hampir seluruh provinsi dan 300 kabupaten/kota di Indonesia yang melaporkan adanya kasus HIV/AIDS.
``Dari banyak kasus HIV/AIDS yang terjadi menunjukan peningkatan yang sangat signifikan,’’ ucap Darmono. (K-2/K-1)



