Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Tri Banjar Banjarmasin Fly Over Dibangun 2012

Fly Over Dibangun 2012

E-mail Cetak PDF

Banjarmasin, KP – Rencana pembangunan fly over atau jalan layang di kawasan Jalan A Yani, akan direalisasikan pada 2012 mendatang, agar bisa mengatasi kemacetan lalu lintas di dalam Kota Banjarmasin.
Namun, DPRD Kalsel belum mendapatkan laporan studi kelayakan maupun detailed engineering design (DED) dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalsel, mengingat pembiayaannya berasal dari APBD Kalsel.
``Kita belum menerima laporan mengenai studi kelayakan ataupun DED fly over tersebut,’’ ungkap Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Puar Junaidi kepada wartawan, Senin (1/8), di Banjarmasin.
Apalagi, beberapa kali pertemuan dengan Dinas PU, masalah ini belum pernah dibahas, mengingat proyek yang anggarannya berasal dari pusat, baru dibahas setelah ada deal ataupun lobi.
Hal senada diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kalsel, Ibnu Sina, yang mengakui, belum menerima laporan hasil studi kelayakan ataupun DED proyek tersebut, yang dibebankan pada APBD Kalsel.
``Provinsi yang membiayai studi kelayakan dan DED sebesar Rp500 juta, yang dibebankan pada APBD 2011 ini,’’ ungkap anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini.
Bahkan, menurut Ibnu Sina, dewan sendiri tidak mengetahui pasti rencana pembangunan fly over yang akan dibangun pada 2012, karena belum ada laporan kepada DPRD Kalsel.
``Karena untuk pembangunan fly over ini memerlukan studi kelayakan maupun DED yang mungkin diterapkan di wilayah Kalsel, yang merupakan daerah rawa,’’ kata Ibnu Sina.
Ibnu Sina mengakui, rencana pembangunan fly over ditujukan untuk memecahkan kemacetan lalu lintas di wilayah Kota Banjarmasin, khususnya di depan Poltabes hingga ke depan Kampus IAIN Antasari.
``Fly over ini hanya dibangun sepanjang 1,5 Km, yang ditujukan untuk memecahkan kemacetan, terutama di Jalan Gatot Subroto pada saat jam sibuk,’’ tambahnya.
Adanya fly over ini, maka kendaraan yang hendak ke luar kota bisa langsung menggunakan jalan layang ini, sedangkan masyarakat lainnya tidak perlu masuk ke dalam kota untuk menuju Kayu Tangi dan daerah di sekitarnya.
``Karena Jalan Gatot Subroto ditingkatkan statusnya, dan terhubungkan dengan jalan lingkar selatan dalam, serta Jembatan Pekauman, yang menghubungkan kawasan Banjarmasin Selatan ke Banjarmasin Utara,’’ ungkap Ibnu Sina.
Namun, karena biayanya diperkirakan mencapai Rp200 miliar, maka proyek tersebut diharapkan dibiayai pemerintah pusat, agar tidak menyedot APBD Kalsel, mengingat status jalan A Yani yang merupakan jalan negara.
``Kita mengharapkan pembangunan fly over ini dibiayai pusat, karena akan menyedot APBD Kalsel yang cukup besar,’’ tambahnya.
Disamping itu, proyek pelebaran jalan juga akan dilakukan pada simpang empat Sungai Andai, dengan pembuatan bundaran, agar bisa mengurangi penumpukan lalu lintas. (lyn/K-2)