Anggota Komisi IV DPRD Banjar,Suryadi mengatakan, perbedaan pelayanan kesehatan di Pskesmas, khususnya Pskesmas Pelaihari, sangat menyolok dibanding di Kabupaten Banjar.
Menanggapi kritikan ini, Kadinkes Banjar dr Rifaniansyah berjanji segera membenahinya, apalagi dia pernah bertugas lama di Pelaihari, dia bertekad akan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Banjar.
``Kendati tahun ini tidak mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK), anggota dewan kami harap lebih memberi perhatian dalam hal peningkatan anggaran kesehatan,’’ tandasnya.
Terkait bangunan Puskesmas, ujar Rifaniansyah, Kabupaten Banjar tidak kalah dengan kabupaten lain, namun bila dilihat dari rumah dinas tenaga medisnya, memang jauh tertinggal.
``Misalnya rumah dinas dokter untuk Puskesmas di Simpang Empat, sudah tidak layak huni, akibatnya banyak dokter Puskesmas memilih pulang pergi ke tempat kerjanya, dibanding stand by di tempat,’’ ungkapnya.
Di sisi lain, Rifaniansyah pun berjanji mengupayakan peningkatan insentif, insentif tenaga medis di Kabupaten Banjar masih rendah, Rp400 ribu per bulan, jauh bila dibandingkan Pelaihari yang mencapai Rp1,5 juta per bulan.
``Agar pelayanan kesehatan lebih maksimal, Dinkes Banjar pun mulai Maret ini memperketat penyampaian laporan administrasi bulanan setiap Puskesmas, paling lambat tanggal 1 setiap bulan laporan harus sudah diserahkan, bila terlambat, sanksinya gaji mereka pun lambat dibayarkan,’’ tandasnya.
Pelayanan kesehatan yang kurang maksimal tadi, lanjutnya, juga tergambar pada rendahnya nilai Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) tahun lalu, pihaknya menargetkan, akhir 2010, IPKM Banjar dapat mencapai tiga besar di Kalsel.
``Kami yakin dengan bantuan anggaran lebih besar, persoalan–persoalan diatas dapat segera diatasi,’’ ujarnya. (wan/K-5)



