• Hari ini : Selasa, 17 Juli 2018

Truk Tangki Pengangkut Aspal Amblas di Jembatan Sungai Ayuh

Truk tangki aspal amblas ditengah jembatan Sungai Ayuh Tabak Kanilan kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) Barsel.
Truk tangki aspal amblas ditengah jembatan Sungai Ayuh Tabak Kanilan kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) Barsel.

Buntok, KP – Sejak dua hari lalu, akses ruas jalan darat menuju Tabak Kanilan ibukota kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) kabupaten Barito Selatan bisa dibilang lumpuh.

Penyebabnya, sebuah truk tangki bertonase puluhan ton berisi aspal, amblas  ditengah jembatan sungai Ayuh. Praktis kendaraan roda empat tidak bisa masuk ke Tabak Kanilan karena terhalang truk tangki berukuran besar tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Kp dilapangan truk tangki aspal bernopol Pangkalan Bun kabupaten Kotawaringin Barat tersebut mau mengantar aspal ke Puruk Cahu Murung Raya.

Namun apesnya, saat melintas di jembatan Ayuh yang berukuran kecil dan berusia tua itu, ban truk tangki amblas disela-sela papan jembatan dan tidak bisa bergerak lagi.

Dampak amblasnya truk tangki aspal tersebut, arus lalu lintas keluar masuk menuju Tabak Kanilan (GBA) dan puluhan desa lainnya di kecamatan Dusun Utara jadi terganggu.

Padahal jembatan tersebut merupakan urat nadi penghubung vital guna mengangkut kebutuhan pokok bagi ribuan warga di dua kecamatan bertetangga tersebut.

Menyikapi hingga Rabu (12/10) siang, truk tangki itu masih ‘tidur’ ditengah jembatan sepertinya tidak ada penanganan, karuan saja hal itu membuat sejumlah politisi dari Fraksi PDI-P di DPRD Barsel bereaksi.

“Kami minta pemerintah daerah Barito Selatan bisa segera melakukan penanganan agar truk tangki yang amblas tersebut bisa dilakukan evakuasi,’’ ucap Hermanes SE didampingi James Janzam dan Ny Ensiwalatika ketiganya anggota DPRD Barsel dari  PDI-P kepada Kp, Rabu (12/10).

Selain itu, mereka juga minta agar pihak perusahaan pemilik truk tangki bertanggungjawab atas apa yang telah terjadi. Mengingat sebut mereka, sejak truk tangki itu amblas, masyarakat menjadi resah, karena jembatan penghubung tidak bisa dilewati, sementara melalui jalan alternatif memutar sangat jauh.

“Kita yang notabene berasal dari daerah pemilihan disana terus-terusan mendapat telpon berupa keluhan dari masyarakat seiring amblasnya truk tangki aspal yang saat ini masih berada di atas jembatan Ayuh,’’ ucap James Janzam menambahkan.(adi/K-1)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua