• Hari ini : Selasa, 16 Oktober 2018

Tunggakan BPJS Kesehatan Pada RSUD Ulin Capai Rp10 M

BERIKAN PENJELASAN - Direktur RS Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati didampingin wakil direkturnya menjelaskan rencana pembangunan RS Ulin 8 lantai dikerjakan PT Hutama Karya proyek multi years serta tungggakan BPJS Kesehatan yang sudah mencapai Rp10 miliar lebih sepanjang tahun 2016 ini. (KP/Hifni)
BERIKAN PENJELASAN – Direktur RS Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati didampingin wakil direkturnya menjelaskan rencana pembangunan RS Ulin 8 lantai dikerjakan PT Hutama Karya proyek multi years serta tungggakan BPJS Kesehatan yang sudah mencapai Rp10 miliar lebih sepanjang tahun 2016 ini. (KP/Hifni)

BANJARMASIN, KP – Manajemen Rumah Sakit Ulin Banjarmasin mengeluhkan tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami tunggakan pembayaran kepada RSUD Ulin sekitar Rp10 Miliar (M) sejak bulan Januari sampai September 2016.

Hal ini dikatakan Direktur RS Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati kepada wartawan didampingi sejumlah wakil direkturnya, akibatnya rumah sakit negeri terbesar di regional Kalimantan ini terganggu cash flownya.
“ Dengan adanya tunggakan BPJS Kesehatan terhadap RS Ulin sebesar Rp10 miliar lebih ini tentu saja sangat mengganggu cash flow keuangan kami,” tegas Suci dihadapan media cetak dan elektronik kemaren pagi.

Upaya manajemen RS ulin sudah dilakukan terhadap BPJS Kesehatan agar ini secepatnya bisa dilunasi mengingat akan berakhirnya tahun 2016.

Suci menyebutkan, alasan BPJS Kesehatan belum divefikasi, terpaka harus menunggu.

Namun Suci meminta, Desember 2016 harus dibayar, agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Diera BPJS Kesehatan ini terjadi peningkatan yang kunjungan yang sangat luar bisa setiap harinya di RS Ulin ini apalagi rumah sakit ini menjadi rujukan sekabupaten dan kota di Bumi Antasari bahkan diregional Kalimantan. Ini diebabkan ryumah sakit memiliki peralatan yang terlengkap cdngzn type RS A.

“Jadi kalau mau berobat kasus yang berat-berat tidak perlu harus ke Jawa lagi,’katanya.

Saat ini saja kunjungan pasien inap saja sudah mencapai 350 pasien sedangkan pasien rawat jalan setiap harinya mencapai 400 pasien lebih dengan pegawai sekitar 2000 orang lebih dengan berbagai disiplin ilmu ahli penyakit, pasien cuci darah dan dokter ahli lainnya dengan shif sebanyak 3 kali untuk pagi, siang dan malam.

Terkait banyaknya keluhan pasien mau masuk karena kamar penuh di RSUD Ulin Banjarmasin, dia menegaskan, RSUD Ulin Banjarmasin sudah terakreditasi RS A, memang kekurangan kamar, hal ini disesuaikan dengan jenis penyakitnya tidak pernah digabung satu penyakit dengan penyakit lainnya beda dengan rumah sakit dilain.

“ Kalau penyakit dicampur kamarnya sangat berbahaya, sehingga perlu ada pemilahan kamar sesuai penyakit yang diderita pasien, jadi memang benar kamar atau tempat tidur sering penuh, itu benar kalau ada karyawan saya yang meminta uang untuk mendapatkan kamar pasien segera laporkan saja ke saya atau Polisi biar segera ditangkap,” tandas dokter Suciati.

Lebih lanjut suci didampingi Humas RS Ulin yang baru Yan Setiawan mengungkapkan, dengan kekurangan ruangan pasien inap yang dikeluhkan masyarakaat, pihaknya sudah melaksanakan pembangunan kembali proyek multi year sebanyak 8 lantai dimulai tahun 2016 ini yang diperkirakan akan selesai 2017 nanti masih dikerjakan perusahaan PT Hutama Karya sebagai pemenangnya.

Dengan selesainya gedung berlantai 8 yang masih dalam tahap pembangunan ini, diharapkan kebutuhan kamar akan tercukupi untuk menampung pasien rawat inap dan tempat parkir yang luas selama ini dikeluhkan juga akan bisa tertampung digedung baru ini.

Terkait adanya wacana agar nama RS Ulin diganti karena namanya sudah dianggap kurang pas dan adanya anggapan nama ini sudah kurang bagus, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Gubernur Kalsel dan DPRD Kalsel terlebih dahulu dan nama yang paling pas akan dilombakan. (hif/K-7)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua