• Hari ini : Selasa, 17 Juli 2018

Tunggakan Listrik Mencapai Rp6,2 Miliar

Nampak salah seorang petugas PLN ketika melakukan pemutusan aliran listrik, karena tunggakan yang tidak dilunasi pelanggannya.
Nampak salah seorang petugas PLN ketika melakukan pemutusan aliran listrik, karena tunggakan yang tidak dilunasi pelanggannya.

Banjarmasin, KP – Tunggakan pelanggan PT PLN Area Banjarmasin, yaitu rayon A Yani, Lambung Mangkurat, Marabahan, Gambut, Banjarbaru, Martapura dan Pelaihari, terbilang fantastis. Sepanjang tahun 2016 ini, ada 12 ribu pelanggan di 7 rayon itu yang menunggak pembayaran.

Dari jumlah 12 ribu pelanggan itu, total kerugian yang didapatkan PT PLN area Banjarmasin adalah Rp6,2 miliar. Akibatnya, PT PLN Area Banjarmasin pun mengambil langkah kebijakan pemutusan hubungan listrik terhadap beberapa pelanggan.

“Pelanggan yang menunggak tagihan listrik tentunya akan menghambat operasional PT PLN, untuk menyediakan layanan kelistrikan kepada pelanggan secara umum. Oleh karena itu, tim Tusbung ini dibentuk sebagai bentuk ketegasan PT PLN kepada pelanggan yang menunggak,’’ ungkap Manajer PT PLN Area Banjarmasin, Taufan, usai mengukuhkan tim pemutusan hubungan (Tusbung) listrik, Jumat pagi.

Taufan menghimbau, agar pelanggan PLN membayar tagihan listrik tepat waktu. Hal itu, guna menghindari denda akibat keterlambatan pembayaran.

“Jangan sampai telat bayar, apalagi sampai menunggak. Selain itu, gunakan listrik dengan bijak dan hemat sesuai keperluan,’’ himbaunya.

Dikatakan Taufan, tugas tim tersebut adalah melakukan pendekatan persuasif kepada para pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan listrik bulanan. Setelah dilakukan pendekatan persuasif, dilakukan pemutusan aliran listrik kepada para pelanggan yang membandel.

Taufan menuturkan, pembentukan tim Tusbung ini merupakan upaya PLN untuk meminimalisir pelanggan PLN yang menunggak pembayaran tagihan listrik pasca bayar.

“Jumlahnya tunggakan pelanggan tersebut bahkan mencapai angka yang cukup fantastis, yakni Rp6,2 miliar. Angka tersebut sangat besar dan sangat berarti, untuk operasional pelayanan PT PLN,’’ ujarnya.

Namun demikian, dalam melakukan tugasnya, tim beranggotakan 124 orang ini, tetap berpegang pada Standar Operasional Prosedur (SOP), yang sudah ditetapkan oleh PT PLN.

“Mereka akan melakukan pendekatan persuasif kepada para pelanggan yang diketahui menunggak. Kalau tunggakan lewat tiga bulan atau lebih, maka tim Tusbung punya wewenang memutus aliran listrik pelanggan yang menunggak itu,’’ ujarnya.

Selain itu, tim itu juga ditugasi mengarahkan pelanggan untuk menggunakan listrik pintar sistem pra bayar (pulsa).

“Namun, bagi pelanggan yang menunggak dan terlanjur diputus aliran listriknya, maka harus mengajukan permohonan pasang baru listrik pintar. Tentunya, harus melunasi dulu tunggakan tagihan listrik yang belum dibayar,’’ ujarnya. (mns/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua