• Hari ini : Minggu, 23 September 2018

Tuyul Naik Genteng Lapas Sebelum Azan Subuh

Tuyul, narapidana kabur. (Kp/Ist)

Barabai, KP – Seorang narapidana bernama Andriyanto (26) alias Tuyul naik genteng Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sebelum kumandang azan subuh terdengar.

Hal itu dilakukannya untuk melarikan diri dari balik jeruji besi pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 04.30 WITA.

Warga Jalan Sarigading, Desa Hilir Banua RT01, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ini baru diketahui menghilang pada saat pemeriksaan sel pada pukul 06.00 WITA.

Kepala Rutan Kelas IIB Barabai, Heri Aris Susila, mengatakan Tuyul melarikan diri dengan cara naik ke atas genteng bangunan Lapas sebelum kumandang azan subuh. “Memang benar ada satu penghuni lapas tak ditemukan dalam selnya pada pagi 06.00 WITA ketika dilakukan pemeriksaan sel, pada Sabtu (18/8),” kata Heri Aris Susila, Sabtu sore (18/8).

Kata Heri, Andriyanto divonis dua tahun atas kasus penipuan dan penggelapan. Tapi, Tuyul baru menjalani hukuman selama enam bulan. Mengutip catatan dari Polres HST, Tuyul merupakan seorang residivis dengan tindak kejahatan penipuan dan penggelapan.

“Andriyanto sudah tiga kali ini masuk bui dan bahkan pernah ditembak kakinnya karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri saat ditangkap,” kata Heri Aris.

Menurut Heri, berdasar hasil olah TKP, pelaku melarikan diri dari selnya dengan cara naik ke atas plafon ruangan sel, selanjutnya naik ke genteng rutan. Meski blok kamar sudah dipisah sekat jalan, tapi Andriyanto bisa melompati tembok pembatas ruangan yang ada di ruangan rutan.

Setelah berhasil naik keatas tembok, tersangka menjebol jeruji diatas tembok, untuk selanjutnya melarikan diri. “Petugas jaga baru menyadari ada satu tahanan tak ada di selnya pada pagi hari,” ujarnya.

Kasus ini dijadikan evaluasi dan pelajaran terhadap sistem penjagaan rutan. Padahal rutan sendiri sesuai SOP sudah dilakukan pengamanan dan kondisi bangunan rutan juga baik. “Kami sudah lakukan koordinasi dengan Polres HST, untuk memburu pelaku,” katanya.

Kapolres HST AKBP Saban Atmojo membenarkan ada laporan seorang tahanan Rutan kelas II B Barabai melarikan diri. “Kami mendapat laporan dari Kepala Rutan Barabai ada satu tahanan melarikan diri,” katanya.

Pihaknya melakukan koordinasi untuk menangkap kembali pelaku yang melarikan diri tersebut. “Kami sudah melakukan langkah antisipatif, mengejar dan menangkap pelaku,” kata Sabana. (net/K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua