• Hari ini : Rabu, 17 Oktober 2018

Usai Terima Tamu, Dua Pekerja Seks Tewas

TKP – Suasana lokalisasi, tempat dimana dua PSK tersebut bekerja dan menerima tamu. (Kp/Net)

MUARA TEWEH, KP – Dua pekerja seks komersil (PSK) berinisial T (33) dan A (31), meninggal dunia usai mengeluarkan busa dari mulutnya, setelah menerima tamu di Lokalisasi Merong atau Lembah Durian, Km 3,5 jalan Muara Teweh–Puruk Cahu.

Dugaan sementara, keduanya meninggal dunia karena overdosis zat yang mengandung amphetamine. Kedua pekerja seks itu sama-sama bekerja di Wisma New Star.

Sumber kepolisian menyebutkan, kedua pekerja seks itu pada Minggu (15/7) malam menerima seorang tamu laki-laki. Ketiganya lalu masuk ke dalam satu kamar.

Usai tamu itu pergi, tiba-tiba T mengaku mual dan pusing disertai muntah-muntah. Beberapa rekan korban termasuk A lalu mengantarnya ke RSUD Muara Teweh, Senin (16/7) sekitar pukul 16.00 WIB.

Tidak berselang lama, A juga mengalami kondisi yang sama dengan T, yakni merasakan gejala pusing disertai muntah–muntah sekitar pukul 19.00 WIB.

Keduanya lalu mendapatkan pertolongan dari tim medis RSUD Muara Teweh. Namun takdir berkata lain, T harus meregang nyawa pada Selasa (17/7) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di RSUD Muara Teweh. Beberapa jam kemudian, A pun meninggal dunia, tepatnya pukul 06.00 WIB.

Petugas kepolisian yang mendapat informasi tersebut bergerak cepat dengan mengumpulkan keterangan saksi.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim penyidik. Beberapa saksi sudah dipanggil untuk diperiksa,” ungkap Kasatreskrim Polres Barito Utara AKP Samsul Bahri mewakili Kapolres AKBP Dostan Matheus Siregar, Kamis (18/7) kemarin.

Berdasarkan hasil visum dokter RSUD Muara Teweh, kedua korban diduga kuat overdosis zat yang mengandung amphetamine.

“Kami belum mengetahui jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi. Namun hasil visum kedokteran menyatakan dugaan kuat overdosis zat amphetamine,” pungkasnya.

Diketahui, amphetamine adalah obat golongan stimulansia (hanya dapat diperoleh dengan resep dokter) yang biasanya digunakan hanya untuk mengobati gangguan hiperaktif karena kurang perhatian atau Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada pasien dewasa dan anak-anak. Juga digunakan untuk mengobati gejala-gejala luka-luka traumatik pada otak dan gejala mengantuk pada siang hari pada kasus narkolepsi dan sindrom kelelahan kronis.

Pada awalnya, amfetamin sangat populer digunakan untuk mengurangi nafsu makan dan mengontrol berat badan. Obat ini juga digunakan secara ilegal sebagai obat untuk kesenangan (Recreational Club Drug) dan sebagai peningkat penampilan (menambah percaya diri atau PD).

Amfetamin juga bisa digunakan untuk mengobati narkolepsi atau gangguan tidur yang mengakibatkan penderita tidur secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan tempat. Selain gangguan hiperaktif dan narkolepsi, obat ini juga bisa digunakan oleh penderita obesitas dalam menurunkan berat badan. Namun penggunaan zat ini secara tidak benar dapat menyebabkan kematian.(net/K-4)

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua