‘Uyah’ Semakin Mahal, Ikan Kering Terdongkrak Naik

ditulis pada 8 Agustus 2017

IKAN KERING NAIK – Garam naik dan semakin langka dipasaran mulai berdampak besar pada penjualan ikan kering yang naik hingga Rp10,000,- per kilo untuk iakan telang dan peda yang dijual disejumlah pasar tradisional sepekan ini. (KP/Hifni)

BANJARMASIN, KP – Naik dan semakin langkanya uyah atau garam membawa dampak luar biasa bagi harga ikan asin yang bergerak naik seperti peda, kakap, telang, sepat dan ikan haruan.

Kembali stabilnya harga jual ikan sungai dan laut segar disejumlah pasar tradisional tidak berdampak pada penjualan ikan kering laut jenis telang, tongkol, selungsungan hingga ikan sungai papuyu, haruan dan sepat untuk ikan sungai harganya naik karena mahalnya harga garam
Hal ini diungkapkan seorang pedagang ikan kering di pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Senin (7/8), Zainal.

Harga ikan kering telang dijual sama antara lapak pedagang satu dengan lapak pedagang lainnya di Sentra Antasari dan Teluk Dalam dijual Rp70,000,- per dari sebelumnya Rp65,000,- kilonya termasuk tongkol dijual hanya Rp40,000,- per kilonya.

“Tinggal pembeli saja lagi bisa-bisa memilih mana ikan kering laut dan sungai berkualitas terbaik atau mana ikan kering yang kurang baik, karena harga jual kami sama-sama naik karena bahan garamnya juga naik jika ikan kering yang dijemur kurang garam ikan akan cepat busuk,” katanya.

Menurut Inas pedagang di Pasar Lama, selain menjual ikan kering telang yang menjadi pilihan warga para pedagang juga menjual ikan kakap kering dijual sekitar Rp50,000,- per kilonya, serta ikan kering selungsungan besar sekitar Rp30,000,- ada kenaikan hingga Rp7000,-.

Begitu juga dengan ikan kering menangin dijual Rp50,000,- per kilonya serta ikan kering peda dijual per ekor Rp7000,- sampai Rp8000,- dan cumi-cumi dijual Rp15,000,- per bungkusnya.

“Biasanya warga yang membeli ikan kering telang langsung 1 ekor dengan harga Rp70,000 ribuan karena beratnya lebih dari 1 kiloan,” tambah H Imay pedagang ikan Pasar Kalindo.

“ Alhamdulillah, sekitar 100 kilo lebih dalam beberapa bulan ini terjual khususnya ikan kering telang karena tingginya permintaan walaupun harganya naik,” jelas ibu 3 anak ini.

Dikatakannya, naiknya harga ikan kering sungai dan laut karena pasokan dari sentra penghasil seperti asal Kotabaru dan Tanah Laut dan Martapura khusus ikan kering sungai harganya sudah naik.

Setiap minggu selalu datang ke Banjarmasin baik menggunakan R2 dan pickup Roda 4, biasa membeli hampir 1 pikul lebih dengan bermacam jenis ikan termasuk juga ikan kering sungai dari sepat, papuyu sampai haruan dari Martapura.

“ Kami sebagai ibu rumah tangga merasa terbantu dimana sebelumnya mulai stabilnya ikan sungai dan ikan laut kering beberapa bulan ini sehingga kami memiliki banyak pilihan mau pilih ikan yang mana saja apalagi anaknya paling suka ikan sepat dan telang, namun saat ini harga ikan kering kembali naik karena persoalan garam,” sebut Ina warga Gang Maluku Pasar Lama ini. (hif/K-7)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.