• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Vonis Farouk Dikawal Ratusan Polisi

SEUMUR HIDUP – Pembunuh Farouk diganjar seumur hidup, dan Mansyah 20 tahun. Sidang agenda vonis dikawal polisi, dan Farouk, usai sidang dikawan masuk mobil tahanan. (KP/Aqli/HG Hidayat)
SEUMUR HIDUP – Pembunuh Farouk diganjar seumur hidup, dan Mansyah 20 tahun. Sidang agenda vonis dikawal polisi, dan Farouk, usai sidang dikawan masuk mobil tahanan. (KP/Aqli/HG Hidayat)

Banjarmasin, KP – Tanpa ekspresi wajah menunjukan penyesalan, dua terdakwa yang melakukan pembunuhan terhadap korban Dante alias Egi Persia Fernanda, ketika mejalis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin menjatuhkan hukuman seumur hodup dan penjara selama 20 tahun.

Putusan majelis hakim yang dipimpin hakim Affandi, pada sidang lanjutan, Selasa (9/8), dengan pengawalan sekitar dua ratus personil kepolisian.

Bahkan, pengunjung sidang yang akan masuk ruangan diperiksa pada tubuhnya atas berbagai kemungkian membawa benda berbahaya dilakukan Kasat Intel Polresta Banjarmasin, Kompol Zainuri.

Sidang berjalan lancara tanpa ada insiden. Sidang dengan agenda putusan tersebut mendapat perhatian sepenuhnya pihak Kejaksaan terbukti kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Wisnu Hutama dengan kepala seksinya hadir di ruang sidang walaupun yang bersanghkutan cukup berdiri mendengarkan pembacaan putusan.

Begitu juga Ketua PN Banjarmasin Edison Muhammad, yang berada di luar ruang sidang utama pengadilan tersebut.

Dalam ruang sidang yang dipenuhi hampir separuh petugas baik yang bersenjata laras panjang maupun tidak, pengunjung dari pihak keluarga korban yang menggunakan atribut pakaian daerah tetap tenang sampai palu hakim berakhir.

Putusan hakim ini sama dengan tuntutan JPU yang dikomando jaksa Syaiful Anwar yakni penjara seumur hidup untuk Farouk dan dan H Ardiansyah alias Haji Mansyah dituntut  pidana 20 tahun.

Atas putusan tersebut tim penasihat hukum dari LKBH Unlam maupun JPU masih menyatakan pikir pikir.

Kedua dituduh melakukan pembunuhan terhadap korban, pada peristiwa perkelahian di minggu pertama bulan Februari lalu. (hid/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua