• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Waduh Pengerjaan Proyek Bandara Molor Lagi

Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin
Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

Banjarmasin, KPMolor lagi…. molor lagi…. Itulah uangkapan yang tepat menggambarkan proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor.

Betapa tidak, pengumuman pemenang lelang paket II seharusnya terlaksana September kemarin.

Namun pengumuman tidak dilaksanakan, dan diperkirakan baru ada pemenang lelang pada November mendatang.

Molornya penetapan pemenang lelang ini sudah yang kedua kali. Sebab sebelumnya, pemenang lelang bisa didapatkan bulan Agustus. Dengan belum adanya pemenang lelang, maka pekerjaan pun tertunda kembali.

Paket II dengan nilai kontrak Rp900 miliar ini untuk pekerjaan apron dan bangunan penunjang. Masa kerja paket II ini selama 18 bulan.

Pimpinan Proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Taochid Purnomo Hadi menyatakan, pihaknya belum bisa mengerjakan karena Angkasa Pura I belum juga menentukan pemenang tender senilai Rp900 miliar tersebut.

Menurutnya, ada enam kontraktor yang melengkapi berkas sebagai syarat mengikuti lelang. Kelima kontraktor dari BUMN, satu dari lokal. PT Angkasa Pura I beralasan, belum adanya pemenang tender yang mengerjakan Paket II, karena masih melakukan penilaian tekhnis. Pihaknya tak ingin ada masalah di kemudian hari.

“Kami tak bisa melakukan pekerjaan, karena pemenang tender belum ada,’’ kata Touchid, di sela Workshop Pemangku Kepentingan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Selasa (4/10).

Dia menjelaskan, belum lama tadi ada demonstrasi warga terkait belum beresnya pembebasan lahan perluasan dan pengembangan bandara.

Menurutnya, secara legal sejak lama sudah bisa memulai pekerjaan. Namun, yang dihadapi saat ini adalah masyarakat dan jangan sampai isu HAM yang diangkat.

“Kami berpegang prinsif kehati-hatian, makanya sampai sekarang belum ditentukan pemenang lelang,’’ ujar.

Ketika dicecar bagaimana jika masyarakat masih ngotot bertahan sampai adanya pemenang tender, Taochid bersikeras, jika sudah ada surat perintah kerja, maka kontraktor harus mengerjakan dalam waktu 18 bulan sejak diterimanya SPK tersebut.

“Saat ini, upaya pembebasan lahan secara konsinyasi turus dilakukan. Jika masih ada yang bertahan kami tetap jalan,’’ janjinya. Sementara, GM Angkasa Pura, Handy Heryuditiawan, membenarkan lelang Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin belum ada pemenang.

Ia menjelaskan, pihaknya tak bisa berbuat banyak, sebab keputusan berada di manajemen pusat AP.

Handy mengungkapkan, pemenang tender kemungkinan akan didapat bulan November sekaligus proses pengerjaan fisik dilakukan.

Dijelaskannya, tertundanya pekerjaan pengembangan bandara Syamsudin Noor karena ada 36 Kepala Keluarga yang masih bertahan.

Pihaknya sudah membicarakan hal ini, dengan Walikota Banjarbaru, Nazmi Adhani, belum lama tadi untuk mengganti lahan warga tersebut. Solusinya, ditawarkan kepada 36 KK tersebut untuk dipindah kelurahan lain.

“Kalau warga meminta harga tawaran baru kami tak bisa memenuhi, karena harga berbeda dari yang lalu. Solusinya, kami tawarkan lahan baru yang sesuai dengan harga appraisal di lahan lama,’’ kata Handy.

Ketika Paket II tersebut selesai dikerjakan, Handy mengungkapkan, untuk apron nantinya, yang selama ini luasnya hanya 51.072 meter persegi. Ketika dikerjakan nanti akan seluas 106.972 meter persegi.

Selain itu, apron nantinya dapat menampung pesawat jenis boing 737 sebanyak 16 unit. Di sisi lain, Penjabat Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie mengatakan, Pemprov bersama pemerintah kabupaten/kota terus mendorong percepatan pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Bandara sendiri menurutnya, sebagai etalase dan kebanggaan daerah.

“Kami harapkan dengan terbangunnya Bandara lebih refresentatif, orang pun akan senang berkunjung ke Kalsel,’’ kata Haris. (mns/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua