• Hari ini : Senin, 23 April 2018

Wakapolda : “Kita Petakan Setiap Kegiatan Mengandung Kerawanan’’

Kombes Pol Iriyanto
Kombes Pol Iriyanto

BANJARMASIN, KP – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Operasi Lilin Intan 2016 terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017 di wilayah Kalimantan Selatan, Kamis (22/12).

Kegiatan berlangsung di Halaman Mapolresta Banjarmasin dipimpin Wakapolda, Kombes Pol Iriyanto.

“Operasi akan berlangsung sejak tanggal 22 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017 dengan mengerahkan 3000 personil di seluruh Kalsel untuk pengamanan Hari Natal dan Tahun Baru,’’ kata Kombes Iriyanto, kepada awak media.

Ia mengatakan terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru pihaknya sudah petakan dan setiap kegiatan yang mengandung kerawanan akan diamankan.

“Kita berikan jaminan kepada saudara- saudara  kita yang melakukan Natal-lan serta masyatakats ecama umum untuk selalu kondusif,’’ ujarnya.

Sedangkan dalam sambutan Kapolri mengingatkan tentang situasi perkembangan keamanan di dunia dan nasional yang masih diwarnai aksi kekerasan dan terorisme yang dapat berimplikasi bagi keamanam dalam negeri.

Selain itu, kondisi di dalam negeri juga ada sikap yang intoleransi antar dan inter agama yang berpotensi mengganggu Kambtimas.

19 Tewas Kecelakaan.

Sedangkan menurut kapolresta Banjaramsin, Kombes Pol Anjar Wicaksana S bahwa selama 2016 sebanyak 19 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Banjarmasin.

“Dimana, jumlah korban tewas di tahun 2015 lebih  banyak yakni 33 orang dan kalau dilihat itu, terjadi penurunan,’’ katanya.

Pada tahun 2016 ada 49 kasus kecelakaan, sementara pada tahu 2015 sebanyak 65 kasus.

“Di tahun 2016 angka kecelakaan hingga menyebabkan korban jiwa menurun hampir 50 persen, dan pada tahun 2015 sebanyak 33 korban jiwa. Untuk tahun 2016 sebanyak 19 korban jiwa,’’ jelas Anjar.

Tak berbeda dengan korban jiwa, di tahun 2016 ini kerugian materi akibat kecelakaan pun turun yakni sebesar Rp148 juta sedangkan pada tahun 2015 mencapai Rp219 juta.

“Untuk luka berat pada tahun 2016 sebanyak 26 kasus, tahun 2015 sebanyak 41 kasus,’’ tambahnya.

Namun, diungkapkan Kapolresta untuk pelanggaran lalu lintas baik itu pengendara roda dua dan roda empat di tahun 2016 mengalami kenaikan.

“Tahun 2016 sebanyak 27.146 pelanggaran, sementara sebanyak 15.939 pelanggaran yang terjadi ditahun 2015,’’ jelas Anjar. (yul/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua