• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Walikota Apresiasi Kegiatan Economic Debate Competiton Days

ECONOMIC DEBATE - Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat membuka acara Economic Debate Competiton Days yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) STIE Indonesia Banjarmasin, Jumat (04/11). Kegiatan debat ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari dan akan membahas perkembangan ekonomi, bukan hanya di Banjarmasin, tetapi secara global. (Istimewa)
ECONOMIC DEBATE – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat membuka acara Economic Debate Competiton Days yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) STIE Indonesia Banjarmasin, Jumat (04/11). Kegiatan debat ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari dan akan membahas perkembangan ekonomi, bukan hanya di Banjarmasin, tetapi secara global. (Istimewa)

Banjarmasin, KP – Guna mengenalkan dunia ekonomi kepada masyarakat terutama Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) , STIE Indonesia Banjarmasin, mengadakan Economic Debate Competiton Days, Jumat (04/11).

Lomba yang melibatkan 39 peserta terbagi menjadi 13 tim ini berasal dari 8 (delapan) sekolah yang ada di Banjarmasin, diantaranya SMAN 1, SMAN 7, MAN 2 Model, SMA Don Bosco, SMK 3, SMA 3, SMK 1 dan SMK Farmasi ISFI.

Ketua Panlak, Wandi Sanyota A mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa SMA Sederajat agar lebih kritis terhadap perekonomian Indonesia khususnya dalam lingkup ASEAN Free Trade Area (AFTA).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, dihadiri oleh Ketua STIE Indonesia Banjarmasin, Drs Jumiri Asiki MSi, Ak,CA, para petinggi STIE, para dosen dan beberapa kepala SKPD, serta para juri yang terdiri dari para ahli dibidangnya.

Jumiri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perjuangan untuk mencerdaskan anak bangsa terutama dibidang ekonomi.

“Tunjukan bahwa kita mampu berprestasi untuk bangsa dan Negara, tidak hanya melalui demo semata,’’ ungkap Jumiri.

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina juga sempat sedikit bercerita tentang kehidupannya semasa pendidikan di bangku SMA. Ia juga menegaskan sangat mendukung kegiatan debat tersebut, karena kegiatan seperti ini dapat mengukur tingkat keunggulan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarmasin.

Jadi, katanya, bukan hanya dibidang pendidikan saja tapi juga dalam kemampuan personal yang bisa digunakan dalam dunia kerja.
“Ketika memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), program ini menghajatkan adanya sebuah ketrampilan lain lagi, disamping skill/ketrampilan atas pekerjaan dan ilmu keahliannya, tetapi juga ketrampilan bahasa,’’ ujar Ibnu Sina.

Ditambahka Ibnu Sina, kesenjangan dalam dunia pendidikan antara Indonesia dengan  negara-negara ASEAN lain, sehingga ini semangat dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) untuk menyatukan pendidikan se-ASEAN sehingga memiliki kualitas yang sama.

Hal ini pernah dibahas saat mendampingin SMK Negeri 5 dalam penandatangan MOU dengan E-Tech Collage Chonburi, di Thailand  kemaren.

“Beberapa upaya sedang dilakukan demi terwujudnya Banjarmasin sebagai pintu gerbang ekonomi Kalimantan, untuk mengembalikan Banjarmasin sebagai kota dagang dan jasa, diantaranya melahirkan 2.500 wirausaha baru berbasis UMKM baru dalam 5 tahun, dan dalam 2 tahun pertama tidak akan ada pembangunan gedung-gedung yang tinggi atau infastruktur yang bersifat megah, kami berfokus pada pembangunan ekmonominya,’’ jelas Ibnu Sina. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua