• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Walikota Dampingi Pemulangan Mantan PSK

PENYERAHAN MANTAN PSK - Penyerahan mantan PSK eks lokalisasi di Banjarbaru kepada Dinas Sosial Jatim, hadir Walikota Nadjmi Adhani. (Istimewa)
PENYERAHAN MANTAN PSK – Penyerahan mantan PSK eks lokalisasi di Banjarbaru kepada Dinas Sosial Jatim, hadir Walikota Nadjmi Adhani. (Istimewa)

Banjarbaru, KP – Mantan PSK eks lokalisasi prostitusi (pembatuan, batu besi, pal 18) resmi dipulangkan ke Jawa Timur (Surabaya), Jawa Tengah (Semarang) dan Jawa Barat (Bandung), Kamis (22/12), di Bandara Syamsuddin Noor.

Jumlah mantan PSK yang diantar ke Jatim sebanyak 35 orang, Jateng 4 orang dan Jabar 1 orang, jadi totalnya 40 orang.

Walikota Nadjmi Adhani bersama tim ikut mengantar ke Surabaya, sedang yang lain diantar dari anggota tim pencegahan dan penanggulangan penyakit sosial Kota Banjarbaru.

Kegiatan dimulai dengan pengarahan Walikota Nadjmi, kemudian doa bersama dipimpin Ketua MUI Banjarbaru KH Nafiah Muhja. Nadjmi sendiri menitipkan pesan agar seluruh mantan PSK menguatkan niat dan tekad untuk membuka lembaran hidup baru yang bermartabat.

“Sesungguhnya Allah Maha Pengampun. Marilah kita memohon ampun, bertobat dan memulai hidup baru yang lebih baik lagi,’’ tandas Nadjmi.

Sesampainya di Surabaya, Walikota Nadjmi dan tim kemudian menyerahkan mantan PSK ke Dinas Sosial Provinsi Jatim. Selanjutnya mereka dijemput masing masing dinas sosial dari Kabupaten Blitar, Jember, Malang sampai ke domisili mereka.

Kabag Humas Setdako Banjarbaru Johan Arifin mengatakan, dalam sambutannya, Kadinsos Jatim Dr Sukesi diwakili Sekretaris Dinsos Unggul Hadikusumo menyampaikan apresiasi kepada Walikota Banjarbaru, karena baru kali ini, seorang Walikota langsung mengantar mantan PSK ke Jawa Timur.

“Selanjutnya Dinsos Jatim bersama Dinsos Kabupaten sesuai alamat mereka, akan bertanggung jawab mengantar ke rumah masing-masing,’’ tandasnya.

Kadis Sosnaker Banjarbaru M Hilman menjelaskan, pemulangan PSK hari ini menggunakan empat penerbangan. Dua penerbangan tujuan Surabaya menggunakan pesawat Lion dan Citilink. Dua penerbangan lainnya tujuan Semarang dan Bandung, masing-masing menggunakan pesawat Lion.

Data Dinsosnaker Banjarbaru, dari 346 PSK Pembatuan dan Batu Besi, sebanyak 225 PSK berasal dari Kalsel yang tersebar di 11 kabupaten/kota. 7 PSK dari Kalteng, 1 PSK asal Kaltara.

Sedang PSK asal kepulauan Jawa terdata 100 orang. Terbanyak berasal Jawa Timur, 86 orang PSK. Jawa Tengah 11 PSK dan Jawa Barat 5 PSK.
Bagi PSK yang memilih kepulangan sendiri, tetap diberikan kesempatan.

Namun sampai batas waktu selambatnya 31 Desember 2016 sudah harus meninggalkan lokasi Pembatuan dan Batu Besi. Setelah itu, jika masih ada PSK yang bertahan, bakal ditindak sesuai aturan berlaku. (wan/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua