• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Warga Kalsel-Kalteng Mulai `Diserang’ ISPA

BANJARMASIN, KP – Meski banyak ucap syukur Allahdulillah, ketika hujan gerimis  sebentar hampiri Kota Banjarmasin dan sekitarnya, Senin (17/9) malam, sekitar pujul 21.15 WITA.

Namun semua itu tak imbangi atau pengaruhi dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut pekat asap menyelimuti daerah ini.

Dalam beberapa hari lalu, sejumlah wilayah di Kalsel berasap, hingga menghalangi pandangan.

Dan hingga saat ini, kabut asap mulai mewarnai Kota Banjarmasin.

Sebagian warga di daerah ini, termasuk Kota Banjarmasin mulai merasakan dampak buruk kabut asap akibat karhutla di beberapa titik kabupaten/kota di Kalsel.

Sebagian warga mulai `diserang’ ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), seperti gejala awal flu, batuk kering, hingga sesak nafas.

Bahkan, kemarin, kembali terjadi lahan yang terbakar di Jalan Pengayuan Kecamatan Liang Anggang.

Kobaran api muncul sejak pukul 07.00 WITA dan personel memadamkan hingga pukul 16.00 WITA, terus berjuang memadamkam api.

Ternyata hal sama dirasakan warga di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan kabut asap juga masuk Kota Palangka Raya.

Hingga kini kabus asap menyelimuti tipis di wajah kota setempat mulai menganggu kesehatan masyarakat setempat.

[]Kewalahan

Dalam kejadian karhutla, kemarin itu Kecamatan Liang Anggang, personel gabungan BPBD dibantu anggota TNI/Polri dan relawan kewalahan memadamkan kobaran api.

Pemadaman sulit dilakukan karena kendala akses dan sulitnya mencari sumber air yang digunakan untuk penyiraman api.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Banjarbarum Ahmad Syarief Nizami di Kota Banjarbaru, mengatakan, puluhan personel berupaya keras untuk memadamkan kebakaran lahan tersebut.

Ia mengatakan, kobaran api menghanguskan 6 hektare lahan.

“Pihaknya menggunakan strategi pengisian air ke tandon air yang ada di mobil BPBD menggunakan mobil pemadam kebakaran secara bergantian sehingga ketersediaan air mencukupi.

Empat unit mobil pemadaman yang digunakan. Dua unit untuk pengisian ke tandon dan dua unit lainnya melakukan penyemprotan ke kobaran api sehingga pemadaman lancar,’’ ungkapnya.

Beruntung, di tengah kewalahan memadamkan kobaran api, hujan turun hampir di seluruh wilayah Banjarbaru termasuk di lokasi kebakaran sehingga kobaran api berangsur-angsur hilang.

“Kami bersyukur karena hujan turun cukup lebat sehingga kobaran api bisa menghilang, jika tidak kami tentu makin kewalahan menghadapi kobaran api yang terus membesar,’’ ujarnya.

Dikatakan, kebakaran lahan kosong yang berjarak sekitar 100 meter dari sisi Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 25 itu disebabkan panas terik yang membuat ranting dan daun kering mudah terbakar.

“Penyebab kebakaran karena panas terik sehingga ranting dan daun sangat mudah terbakar.

Makanya, kami selalu waspada jika muncul kebakaran hutan dan lahan,’’ katanya.

Ditambahkan, luas lahan terbakar akibat kebakaran yang sudah puluhan kali terjadi di berbagai kawasan di Kota Banjarbaru sejak Januari-September mencapai 500 hektare.

Sementara dari data lain, luas lahan karhutla Kalsel capai 2.005 hektare.

Itu dari 13 kabupaten dan kota di Kalsel, luasan lahan terbakar paling banyak terjadi di Kota Banjarbaru yang mencapai 467,03 hektare dengan lokasi paling banyak di lahan gambut.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyudin di Kota Banjarbaru, Jumat, mengatakan luas lahan yang terbakar itu merupakan akumulasi sejak 1 Januari hingga 14 September 2018.

Disebutkan, daerah lain yang banyak lahannya terbakar adalah Kabupaten Banjar seluas 418,33 hektare, Kabupaten Tapin 334,65 hektare, Kabupaten Tanah Laut 311,1 hektare.

Kemudian, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 170,6 hektare, Hulu Sungai Utara 96 hektare, Kotabaru 47,9 hektare, Hulu Sungai Tengah 32,3 hektare dan Tanah Bumbu seluas 39 hektare.

Selanjutnya, Kabupaten Balangan 45 hektare, Tabalong 28,5 hektare, Barito Kuala seluas 12,3 hektare dan Kota Banjarmasin 2 hektare sehingga total se-Kalsel mencapai 2.005,21 hektare.

Bahkan Wakil Bupati Banjar, H Saidi Mansyur mengeluhkan kondisi demikian.

“Kita semua harus meningkatkan kewaspadaan serta terus berupaya melakukan pencegahan terhadap potensi yang mungkin terjadi,’’ katanya.

[]Masih Aman

Di lain tempat, disebut meski kabut asap sudah memicu gejala ISPA, Pemerintah Kota Banjarmasin tetap mengklaim kondisi udara kota tersebut masih aman.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Wahyu Hadi Cahyono.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kata dia, indikasi angka pencemaran udara masih jauh di bawah baku mutu atau masih aman. Namun, dia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Terlebih saat di waktu pagi hari, sekitar jam 7 sampai jam 9 pagi.

Tetapi jika tidak bisa menghindar dan harus keluar rumah, diharap memakai masker agar mengurangi risiko dampak dari kabut asap tersebut,’’ kata Wahyu, (*/net/K-2)

 

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua